Adab-adab dalam Bersedekah

Diposting pada
Adab-adab dalam Bersedekah

Untuk memperoleh kesempurnaan dan keutamaan dalam bersedekah, maka harus memperhatikan adabnya. Adapun adab-adab dalam bersedekah adalah:¹

  • Niatilah yang tulus penuh keikhlasan dalam bersedekah, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian apa pun dari orang yang menerima sedekah.
  • Lakukan sedekah itu menurut kadar kemampuan, tanpa memaksakan diri, karena sedekah adalah sunnah hukum-nya.

Mengingat begitu besar hikmah dan pahala bersedekah, maka tetaplah bersedekah walaupun dalam keadaan miskin, meskipun yang disedekahkan sedikit. Bahkan untuk orang yang miskin setiap perkataan baik adalah sedekah. Rasulullah SAW bersabda:

Takutlah siksaan api neraka sekalipun dengan bersedekah separuh buah kurma. Bila kamu tidak mempuyai maka cukup berkata dengan kalimat yang baik“.

  • Lakukan sedekah itu secara diam-diam agar tidak mengusir hati menjadi riya, dan juga dapat memadamkan amarah Allah SWT.

Seperti dijelaskan beliau dalam sabdanya: “Memberi sedekah dengan cara rahasia bisa memadamkan kemarahan Tuhan, dan silaturrahmi itu bisa menambah berkahnya umur, sedangkan mengerjakan kebaikan itu dapat memelihara dari mati dalam keadaan jelek“.

  • Berikan sedekah kepada anggota keluarga terlebih dahulu, sebab ini lebih utama. Kemudian berikan kepada kaum kerabat dekat, selanjutnya kepada orang lain, karena Rasulullah SAW telah menganjurkan hal itu.

Seperti disebutkan dalam sabdanya: “Sedekah kepada orang miskin adalah sedekah saja. Namun bila diberikan kepada familinya termasuk sedekah dan menyambung hubungan famili“.

  • Jangan sekali-kali mengungkit-ungkit sedekah yang telah diberikan kepada orang lain, karena perbuatan tersebut akan menjadikan kita tidak menerima pahala apa apa dari perbuatan yang kita kerjakan. Juga dapat menunjukkan kerendahan hati seseorang.

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Ada tiga orang dimana Allah tidak menerima amal sunah dan amal wajibnya pada hari kiamat, yaitu: 1). Orang yang durhaka kepada kedua orang tua atau salah satunya. 2). Orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya. 3). Orang yang tidak percaya takdir.

  • Mengutamakan kepentingan orang lain diatas kepentingan sendiri.

Kata-kata diatas juga dapat diterapkan dalam sedekah, misalnya ada orang yang benar-benar butuh uang dan menghampiri kita. Maka lebih baik kita berikan apa yang mereka butuhkan.

Demikianalh adab-adab dalam bersedekah yang dapat serba-makalah sajikan. Semoga bermanfaat, terimakasih banyak.

Nb:

¹Fitriani GS, Wasiat Rasulullah SAW Kepada Para Sahabat, Jakarta: Pustaka Indonesia, hlm. 67-69

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *