Ciri-ciri Akhlaq yang Buruk

Diposting pada
Ciri-ciri Akhlaq yang Buruk

Diantara ciri-ciri akhlaq yang buruk adalah:¹

  • Kasar dan bengis

Anda mendapai kebanyakan orang bersikap kasar, tidak ramah apalagi lemah lembut. Bahkan dia tidak berbicara kecuali dengan kata-kata kotor yang mencerminkan kekasaran, kekerasan, dan kekejaman hati.

  • Bermuka masam dan cemberut

Berapa banyak manusia yang anda lihat melainkan dia selalu bermuka masam, cemberut, dan tidak pernah tersenyum apalagi ramah tamah.

  • Mudah marah

Ini adalah sifat yang tercela menurut syariat dan akal. Sifat tersebut juga termasuk penyebab perbuatan perbuatan yang tidak terpuji yang mengiringinya.

  • Suka menghina

Seperti seseorang yang merendahkan orang lain karena kefakirannya, kebodohannya, kekusutan pakaiannya atau karena keburukan perangaianya.

  • Memanggil dengan gelar yang buruk

Hal tersebut termasuk larangan Allah kepada kita dan bentuk didikan agar kita menjauhinya. Allah SWT berfirman,

Artinya: “Janganlah kamu penggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk, seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman.” (Q.S Al-Hujurat: 11)

  • Sombong

Yaitu siapa saja yang bangga terhadap diri sendiri dan merasa tinggi daripada yang lainnya. Dia tidak mau melihat kedudukan seorang pun, apalagi menerima keadilan dan tindakan seseorang. Sombong adalah sifat yang tercela menurut syariat dan akal.

  • Ghibah dan namimah

Berapa banyak persahabatan dan kekerabatan yang rusak disebabkan oleh keduanya. Kedua sifat tersebut tidak akan muncul dari jiwa yang mulia, namun muncul dari jiwa yang hina dan tercela. Sebab, orang-orang yang mulia adalah orang yang menghindari segala akhlaq yang tidak berguna.

Sebagai seorang hamba, memang perlu banyak belajar bagaimana cara memahami antara satu individu, kelompok, dan organisasi yang berada di sekitar kita. Muhasabah diri adalah kunci bagaimana kita dapat menghindari ciri-ciri akhlaq yang buruk di atas.

Demikianlah penjelasan mengenai Ciri-ciri Akhlaq yang Buruk yang dapat serba-makalah sajikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua, terimakasih banyak.

Nb:

¹Syaikh Khalid Al-Husainan, Raudhatul Muttaqin (Taman Orang-orang Bertaqwa), Jawa Tengah: Inas Media, 2013, hlm. 29

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *