CONTOH MAKALAH RENANG

Diposting pada
CONTOH MAKALAH RENANG

CONTOH MAKALAH RENANG – Berikut penjelasan mengenai contoh makalah renang. Semoga bisa membantu dalam mengerjakan tugas makalah renang.

Pengertian Renang

Renang adalah salah satu jenis olahraga air. Renang biasa dilakukan di kolam renang. Renang juga dapat dilakukan di sungai atau laut. Renang merupakan olahraga terbaik untuk menjaga kesehatan dan pembentukan tubuh. Dikatakan demikian karena pada saat berenang hampir semua otot tubuh bergerak, sehingga otot-otot dapat berkembang dengan pesat dan kekuatannya meningkat. Sebelum berenang, lakukan pemanasan untuk melemaskan otot-otot dan menghindari cedera. Pembahasan contoh makalah renang selanjutnya akan dijelaskan pada penjelasan di bawah ini.

Tujuan dan Manfaat Renang

Pembahasan contoh makalah renang selanjutnya adalah tujuan dan manfaat dari renang. Berikut penjelasannya.

Tujuan renang tidak semata-mata untuk mencapai prestasi, tetapi untuk mencapai tujuan yang lebih luas diantarannya adalah untuk:

  • Pembentukan dan pengembangan fisik
  • Pembinaan hidup sehat
  • Pemeliharaan kesegaran jasmani
  • Meningkatkan kapasitas tubuh serta untuk keselamatan

Namun lebih dari itu banyak hal-hal positif yang kita rasakan langsung atau tidak langsung kalau kita menguasai renang.

contoh makalah renang
gambar: pixabay.com

Manfaat renangbagi tubuh:

  1. Meningkatkan kualitas jantung dan peredaran darah. Jantung merupakan organ tubuh yang memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh, sedangkan darah tersebut mengagkut sari-sari makanan dan oksigen sehingga terjadi proses pembakaran serta menghasilkan energi yang diperlukan untuk bergerak.
  2. Meningkatkan kapasitas vital paru-paru. Paru-paru berfungsi untuk mengambil oksigen yang sangat diperlukan dalam proses oksidasi (pembakaran). Renang akan melatih kerja paru-paru dan meningkatkan kemampuan paru-paru untuk mengambil oksigen yang banyak. Dengan terpenuhinya oksigen maka proses pembakaran dalam tubuh menjadi lancar sehingga energi yang diperlukan dapat terpenuhi.
  3. Mempengaruhi otot menjadi berisi. Ketika berenang akan terjadi gerakan otot yang dinamis dan otot akan bekerja terus menerus. Hal ini akan membuat serabut otot bertambah banyak dan bertambah kuat. Sehingga otot-otot tubuh akan kelihatan lebih berisi/padat.
Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Berenang

Aktivitas yang harus dilakukan sebelum berenang:

  • Melakukan pemanasan untuk mencegah terjadinya kejang-kekang otot pada saat berenang. Pemanasan senam bisa dilakukan dengan cara menggerak-gerakkan badan (senam kecil) atau dengan berari-lari kecil.
  • Mandi pada air pancuran yang tersedia sebelum masuk ke kolam renang. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa tubuh dalam keadaan bersih dan tubuh dapat menyesuaikan dengan suhu air.
  • Memakai pakaian renang yang berwarna (tidak putih) karena air kolam dapat menyebabkan pakaian berwarna putih berubah menjadi kekuning-kuningan (mangkak).
  • Mengamati kedalaman kolam renang dan menyesuaikan dengan kemampuan diri sendiri.
  • Jangan berenang dalam keadaan perut kosong atau terlalu kenyang. Karena dalam berenang diperlukan banyak tenaga dan apabila perut terlalu kenyang maka beban tubuh akan menjadi lebih berat.

Aktivitas yang harus dilakukan sesudah berenang:

  • Membasuh mata agar bersih dari kotoran. Hal ini perlu dilakukan karena air di dalam kolam renang biasanya kurang baik untuk kesehatan mata dan mengandung kaporit.
  • Jika telinga kemasukan air, diusahakan air bisa keluar kembali sambil loncat-loncat atau dengan cara yang lain.
contoh makalah renang
sumber gambar: pixbay.com

Selanjutnya pembahasan contoh makalah renang adalah tentang sejarah renang.

Sejarah Renang

Olahraga renang sudah ada sejak zaman Romawi kuno. Tentara Romawi dilatih berenang dengan menggunakan pakaian perang yang lengkap, hal ini bertujuan untuk menambah keterampilan yang dimiliki para tentara. Sekitar tahun 1837 olahraga renang mulai dikenal di Inggris.

Sebelum Indonesia merdeka keberasaan kolam renang yang memiliki ukuran standar sudah ada misalnya kolam renang Cihampelas Bandung dibangun pada tahun 1904, dan kolam renang Cikini Jakarta dan kolam renang di Jawa Timur, tetapi hanya untuk kalangan penjajah dan pengusaha, kalaupun ada untuk masyarakat umum harga tanda masuknya sangat tidak terjangkau. Selanjutnya pembahasan contoh makalah renang adalah perlengkapan renang. Sejarah renang dari wikipedia.org di sini

Perlengkapan Renang

Kolam Renang

Kolam renang yang digunakan untuk lomba harus mengikuti aturan-aturan yang diterapkan oleh badan renang Internasional (FINA). Kolam renang yang dimaksud harus mempunyai persyaratan sebagai berikut:

  • Panjang kolam renang 50 meter.
  • Lebar kolam renang 21 meter.
  • Kedalaman air minimal 1 meter, kecuali untuk kejuaraan dunia dan olimpic kedalaman air minimal 2 meter.
  • Dinding harus vertikal dan sejajar.
  • Banyaknya lintasan 8 buah.
  • Lebar lintasan 2.5 meter.
  • Suhu air berkisar 23-25 derajat celcius.
  • Kedalaman air minimum 1,80 meter untuk perlombaan.
  • Tempat start tidak boleh licin dan kemiringannya tidak boleh lebih dari 10 derajat.
  • Garis-garis tanda lintasan dapat dibuat di dasar kolam untuk memberi petunjuk kepada perenang.
  • Tempat berpijak waktu istirahat (diseluruh pinggiran dinding kolam boleh dibuat tempat berpijak pada waktu istirahat setidaknya 1, 20 meter dibawah permukaan air.
  • Tali lintasan dipasang dengan kuat sepanjang 50 meter, setiap kali lintasan dipasang pelampung berderat rapat, sepanjang 5 meter pada bagian ujung diberi warna yang jelas untuk petunjuk bagi perenang.
  • Tempat start dibuat setinggi antara 0,50 s.d 0,75 meter dengan kemiringan 10 derajat, permukaan tempat start berukuran 0,50 m x 0,50 m.

Pembahasan contoh makalah renang yang lainnya setelah mengetahui seluk beluk persyaratan pada kolam renang adalah tentang peralatan.

Peralatan

Peralatan-peralatan yang digunakan dalam renang adalah sebagai berikut:

  • Papan pelampung;
  • Sabuk pelampung;
  • Pelampung kaki;
  • Masker;
  • Snorkel;
  • Kacamata renang;
  • Penjepit hidung;
  • Sepatu katat dan kaos kaki atau sepatu boot;
  • Stopwatch;
  • Tali lentur atau tali operasi;

Papan pelampung, pelampung kaki, penghitung waktu, dan kacamata renang merupakan peralatan standar untuk latihan renang kompetitif. Masker sepatu katat, dan snorkel adalah peralatan standar dalam olah raga menyelam dan scuba diving. Penjepit hidung digunakan oleh seluruh perenang irama. Seutas tali atau selang operasi digunakan untuk mempelajari kayuhan tangan gaya punggung.

Teknik Dasar Renang

Pembahasan contoh makalah renang selanjunya adalah teknik dasar berenang. Meliputi prinsip mengapung, dan juga prinsip meluncur.

Prinsip Mengapung

Bagi perenang pemula, cara mengapung di permukaan air sulit untuk dilakukan. Untuk dapat mengapung dibutuhkan waktu yang cukup lama dalam berlatih. Ada beberapa cara untuk latihan mengapung, yaitu sebagai berikut:

  • Masuk dalam air

Blajar renang sebaiknya dilakukan di dalam kolam yang dangkal yaitu setinggi kurang lebih satu meter. Untuk berlatih mengapung dengan masuk dalam air, lakukan hal berikut ini:

  1. Berlututlah dengan menggerak-gerakkan di bawah permukaan air.
  2. Berpeganglah pada pegangan khusus di sisi kolam dan tariklah tubuh maju mundur serta menjauhi dan mendekati dinding.
  3. Carilah tangga masuk kolam yang terendah dalam air, letakkan kedua tangan di atas permukaan tangga dengan menghadap ke bawah dan kepala menghadap ke dinding kolam, kemudian apungkanlah kakimu terjulur ke belakang sehingga tubuh akan merasakan melayang di permukaan air, kemudian lakukan naik turun di anak tangga sebanyak 5-6 kali.
  4. Berpegangan di pinggir kolam renang, kemudian togok dan tungkai diluruskan/diangkat ke permukaan air, kemudian mengambanglah dengan posisi terlungkup, tangan lurus ke depan, dan kepala terangkat dari permukaan air.
  • Mengapung

Latihan mengapung dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Tangan berpegangan pada tiang atau parit di dinding kolam, angkat kaki hingga tubuh dalam posisi terlungkup, dan gerakkan kedua kaki turun naik berulang-ulang maka tubuh merasakan mengambang di permukaan air.
  2. Berlatih mengapung dengan tangan memegang papan luncur masuk ke dalam air. Saat tangan memegang papan luncur, angkatlah kedua kaki hingga mengambang telungkup maka tubuh akan merasakan mengambang di permukaan air.

Prinsip Meluncur

Setelah dapat mengapung di atas permukaan air, latihan berikutnya adalah latihan meluncur, caranya sebagai berikut:

  1. Meluncur dengan menolakkan kaki pada dinding. Berdiri dipinggir kolam renang, punggung membelakangi pinggir kolam renang, kemudian turunkah bahu ke dalam air, sehingga hanya kepalanya yang berada di permukaan air. Tolakkan salah satu kaki pada dinding tubuh meluncur ke depan, kaki tidak bergerak.
  2. Meluncur dengan menggunakan papan luncur. Peganglah papan luncur di depan di atas permukaan air, bersamaan dengan mengangkat kedua tungkai di permukaan air hingga posisi tubuh terangkat ke permukaan air. Kemudian, gerakkan tungkai turun naik hingga badan bergerak ke depan meluncur.
  3. Meluncur diawali dengan lompatan. Dari posisi berdiri di pinggir kolam renang kedua lengan lurus disamping telinga, kemudian meloncat dengan menukik ke dalam air hingga posisi tubuh meluncur di permukaan air. Biarkanlah tubuh dengan sendirinya maju atau terdorong ke depan.
Macam-macam Gaya Pada Olahraga Renang

Pada pembahasan contoh makalah renang juga membahas tentag macam-macam gaya pada olahraga renang: gaya dada, gaya pungggung, dan gaya kupu-kupu. Berikut penjelasannya.

Renang Gaya Dada

Pembahasan contoh makalah renang tentang renang gaya dada. Berikut penjelasannya.

Renang gaya dada atau katak dikenal dengan istilah breast stroke ialah gaya asli pertandingan. Gaya dada merupakan gaya yang paling mudah dan santai untuk berenang jarak jauh.

Renang gaya dada adalah gerakan dengan sikap meluncur menggunakan kedua kaki dan tangan tegak lurus. Gerakan ini merupakan gerakan yang paling lambat dari keempat gaya dan juga yang paling unik. Hal ini dapat dilihat dalam tiga cara berikut ini.

  • Renang gaya dada merupakan satu-satunya gaya dimana lengan dan kaki tinggal di dalam air.
  • Renang gaya dada merupakan satu-satunya gaya dimana kaki sama pentingnya dengan lengan dalam menggerakkan perenang maju ke depan.
  • Renang gaya dada merupakan satu-satunya gaya dimana perenang dapat melihat ke depan sambil berenang.
Teknik Berenang Gaya Dadar

Sikap Tubuh

Setiap kali melakukan luncuran selalu diusahakan posisi tubuh harus lurus segaris (stream line) dengan permukaan air dengan cara tubuh diluruskan ke depan, lengan dan tangan menggapai ke depan sementara kedua kaki lurus ke belakang.

Gerakan Kaki

Berikut ini gerakan kaki pada gaya dada.

  • Saat tubuh hampir sejajar dengan permukaan air, kedua paha dibuka cukup lebar.
  • Teriklah kedua tungkai kaki bawah ke atas secara maksimum.
  • Akhir dari terikan tersebut, arahkan telapak kaki dengan memutar pergelangan mata kaki sehingga telapak kaki mengarah pada sikap mendorong.
  • Doronglah air dengan kedua kaki secara serentak, sehingga kaki membentuk setengah lingkaran dengan diakhiri oleh suatu lecutan tungkai, kaki bagian bawah menutup kedua kaki dalam satu garis yang lurus di belakang tubuh.
  • Gerakkan kaki dalam usaha mendorong bagian tubuh untuk maju.

Gerakan Tangan

Gerakan tangan dalam renang dapat dibagi menjadi empat tahap berikut ini.

a. Tahap pertama

  • Kedua tangan lurus di depan, kemudian membuka ke samping melebihi bahu.
  • Akhir dari sikap membuka, mengambil sikap untuk melakukan tarikan (pull) dengan siku tinggi dan tetap di bawah permukaan air.

b. Tahap kedua

  • Kedua lengan melakukan tarikan sehingga membentuk sudut pada siku.
  • Tarik telapak tangan sehingga membentuk lingkaran dengan patokan di bawah dada dan dagu.

c. Tahap ketiga

  • Pada saat lengan saling bertemu, lanjutkan dengan mengepit kedua siku-siku pada satu bidang datar secara serentak di depan dada.
  • Kemudian dilanjutkan sikap untuk melakukan luncuran tangan ke depan.
  • Saat kedua siku berdekatan, angkat kedua bahu dengan bantuan dorongan kedua lengan pada saat menutup dan dibantu dengan mengangkat leher sehingga bahi di atas permukaan air.

d. Tahap keempat

  • Saat bahu naik ke atas kemudian telapak tangan menghadap ke atas pada saat diluruskan .
  • Pada saat meluruskan lengan ke depan, lakukan perputaran telapak tangan, yang tadinya menghadap ke atas menjadi terlungkup.
  • Dilakukan sambil meluncur.

e. Pengambilan Nafas

Berikut ini cara melakukan pengambilan nafas pada gaya dada.

  • Pada saat siku berdekatan dan kedua tangan saling mengapit, secara serentak leher diangkat bersamaan dengan bahu untuk mengambil nafas.
  • Dilanjutkan dengan meluruskan kedua lengan ke depan sambil mendorong bahu.
  • Kepala dimasukkan ke dalam permukaan air untuk membuang nafas.
Koordinasi Gerakan Renang Gaya Dada

Cara melakukan renang gaya dada sebagai berikut:

  • Ketika kedua lengan lurus ke depan, pandangan ikut ke depan pula. Posisi kepala agal lebih tinggi daripada lengan dan kaki lurus ke belakang.
  • Bukalah kedua lengan dengan tekanan pada kedua lengan melebar ke samping melebihi bahu.
  • Meraih air ke samping melebihi bahu, pada saat itu lakukan pembuangan udara di dalam air lewat hidung secara perlahan-lahan, kemudian lengan terus bergerak melebar melebihi bahu.
  • Tekuklah lengan dalam usaha untuk melakukan tarikan di dalam air.
  • Tekukan lengan makin membesar, sehingga membentuk sikap dari siku yang tinggi di permukaan air.
  • Gerakan kedua siku saling berdekatan dengan menutupnya kedua lengan, saat itu mengambil udara di atas permukaan air melalui mulut, dengan mulai diikuti menekuk tungkai kaki bagian bawah.
  • Setelah kedia siku saling bertemu kemudian udara yang diambil sudah cukup, kaki telah membentuk sudut pada bagian lutut maka kedua lengan siap untuk diluruskan kembali ke depan.
  • Sikap kaki siap mendorong, sikap lengan siap meluncur, serentak lakukan luncuran tangan ke depan dengan dorongan kaki ke belakang dan masukkan kepala ke dalam permukaan air.
  • Luncuran tangan dan dorongan kaki dilakukan secara serentak hingga lurus.
  • Setelah melakukan luncuran tangan serta dorongan kaki, hingga mengambil sikap melebar dengan diakhiri oleh lecutan dari ujung telapak kaki.
  • Tutuplah kedua kaki hingga saling berhimpitan dan lurus di belakang.
Renang Gaya Punggung (Back Crawl Stroke)

Pembahasan contoh makalah renang berikutnya adalah mengenai renang gaya punggung. Berikut ini penjelasannya.

Gaya punggung elementer mirip dengan gaya punggung dasar, bahkan gerakan tangannya sama. Yang membedakannya adalah jenis ayunan kaki dan pengaturan waktu ayunan kaki. Ayunan kaki pada gaya ini menghasilkan gaya dorong yang sama besarnya dengan yang dihasilkan oleh ayunan tangan. Efisiensi yang dihasilkan ayunan kaki tersebut tergantung pada fleksibilitas lutut dan pergelangan kaki perenang.

Penggunaan gaya punggung elementer selama berenang membuthkan koordinasi yang baik antara ayunan tangan, ayunan kaki, sikap tubuh yang benar.

Sikap Tubuh

Posisi tubuh dalam renang gaya punggung adalah terlentang dan mengapung di permukaan air. Berikut ini sikap tubuh yang dilakukan serta teknik meluncurnya.

  • Badan menghadap ke tepi kolam dengan kedua tangan berpegangan pada tepi kolam tersebut.
  • Kedua kaki ditekuk dengan posisi telapak kaki menempel pada dinding kolam. Kedua lutut berada di antara kedua lengan.
  • Melepaskan pegangan tangan terhadap tepi kolam, kemudian kepala dan badan diluruskan ke belakang. Gerakan tersebut dilakukan bersamaan dengan gerakan kaki yang mendorong dinding kolam sekuat mungkin. Akibatnya, tubuh perenang akan terdorong ke belakang. Inilah gerak meluncur.
  • Posisi wajah tetap dijaga agar berada di atas permukaan air serta kedua lengan di samping badan.

Gerakan Tangan dan Kaki

Koordinasi yang baik antara gerakan tangan dan kaki mempengaruhi besarnya daya dorong. Berikut ini langkah-langkah mengerakkan tangan dan kaki dalam berenang dengan gaya punggung elementer.

  • Dari posisi tubuh mengapung-terlentang, maka dimulai gerakan pemulihan tangan, dengan ibu jari menyusuri sisi tubuh perenang. Bersamaan dengan itu, ayunankan tumit kaki ke bawah dengan pergelangan kaki ditekuk.
  • Ketika telapak tangan pada posisi setinggi bahu dan jari-jari lurus menghadap keluar, pergelangan kaki ditekuk dengan jari-jari juga lurus menghadap keluar.
  • Rentangkan tangan untuk mengayuh. Sementara itu, telapak kaki bergerak keluar, yang didahului oleh jari kaki.
  • Sementara tangan mulai mengayuh, telapak kaki bergerak keluar dan melakukan gerak memutar.
  • Ketika tangan berada di pergelangan kayuhan, pergelangan kaki ditekuk.
  • Tangan selesai melakukan kayuhan, pergelangan kaki diluruskan dan jari kaki dalam posisi berjinjit, serta kedua kaki menekan air diantaranya.
  • Meluncur di air dengan tubuh tetap dalam posisi lurus.

Gerakan Mengambil Nafas

Perenang gaya punggung dapat dengan mudah bernafas dengan menggunakan hidung atau mulut karena posisi wajah berada di atas permukaan air. Pengambilan nafas pada gaya punggung dilakukan saat lengan kiri beristirahat dan pengeluaran nafas dilakukan saat lengan kanan beristirahat, maupun sebaliknya.

Renang Gaya Kupu-kupu (Butterfly Stroke)

Pembahasan contoh makalah renang berikutnya adalah renang gaya kupu-kupu. Berikut penjelasanya.

Gaya kupu-kupu merupakan gaya terbaru dari gaya-gaya yang diperlombakan. Berenang dengan gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang besar, irama, dan koordinasi gerak yang baik. Ketika berenang dengan gaya kupu-kupu, kedua lengan digerakkan secara bersamaan dan ketika mencapai garus finis kedua tangan juga harus menyentuh gariis finsi secara bersamaan.

contoh makalah renang
sumber gambar: berenang.id

Pada mulanya gaya kupu-kupu merupakan modifikasi dari gaya dada, dimana gerakan kakinya sama dengan gaya dada, sedangkan gerakan lengannya dalam mendayung berlawanan arah dengan gaya dada. Pda tahun 1952 dengan keputusan FINA, gaya kupu-kupu dipisahkan dari gaya dada menjadi gaya yang bersiri sendiri. Pada perkembangan berikutnya dari gaya kupu-kupu, gerakan kaki yang tadinya bergerak dalam bidang horizontal berubah menjadi gerakan kaki dalam bidang yang vertikal. Gerakan ini menirukan gerakan dari ekor ikan lumba-lumba (dolpin) sehingga gaya ini sering disebtu juga gaya dolpin.

 Posisi Badan

Posisi badan harus diupayakan sedatar mungkin dengan permukaan air. Pda gaya kupu0kupu terjadi gerakan dari tubuh yang naik turun secara vertikal yang disebabkan oleh irama gerakan kaki dalam pukulan dolpin. Oleh karena gerakan tubuh yang naik turun ini maka tahanan depan akan bertambah. Untuk itu, agar posisi tubuh dapat streamline, maka perlu diperhatikan hal-hal brikut ini.

  • Pada saat bernafas, kepala diusahakan naik serendah mungkin, yang terpenting mulut telah keluar dari permukaan air dan cukup untuk mengambil nafas. Secepatnya setelah pengambilan napas selesai, kepala tunduk kembali untuk menjaga posisi badan yang streamline.
  • Gerakan menendang dari kedua kaki haruslah diupayakan tidak terlalu dalam. Tendangan kedua kaki dilakukan dengan cara menekuk kedua kaki pada persendian lutut kemudian diluruskan lagi dengan keras.

Gerakan Kaki

Gerakan kaki gaya kupu-kupu dilakukan secara vertikal oleh kedua kaki secara bersama-sama (serentak) dan simetris antara kaki kanan dan kaki kiri.

Tendangan kaki gaya kupu-kupu gerakannya dimulai dari pangkal paha dengan cara menekuk kaki pada persendian lutut. Penekukan kaki dilakukan sedikit saja, sehingga telapak kaki tidak keluar dari permukaan air, yang keluar dari permukaan air hanyalah jari-jari kaki. Gerakan kaki ke atas dilakukan dengan rileks dan pelan, sedangkan gerakan kaki ke bawah atau meluruskan kaki dilakukan dengan kekuatan yang besar dimana punggung kaki menendang dengan keras ke arah bawah.

Gerakan Lengan

Setelah kedua tangan keluar dari air, tangan mulai dilemparkan ke depan pada posisi yang rendah, dalam bentuk parabola yang datar. Gerakan ini dilakukan dengan rileks, kedua tangan masuk ke dalam air pada saat titik sedikit di luar garis bahu. Gerakan lengan dilakukan secara serentak dan sisitematis antara lengan kanan dan lengan kiri.

Pernapasan

Pernapasan dilakukan pada saat pengangkatan kepala keluar dari permukaan air. Naiknya kepala dari permukaan air diusahakan sedikit mungkin, yang penting mulut telah keluar dari permukaan air dan melakukan pernapasan. Pengambilan napas dilakukan dengan cepat, dengan cara membuka mulut lebar-lebar dan memasukkan udara secara cepat. Pengeluaran udara dilakukan di dalam air pada saat kepala akan keluar dari permukaan air.

Koordinasi Gerakan

Pda renang dengan gaya kupu-kupu ini harus ada kesesuaian gerakan antara gerakan lengan dan gerakan kaki. Penyesuaian tersebut terutama berhubungan dengan sikap badan yang naik-turun secara vertikal dan memeluk seperti halnya ikan lumba-lumba yang sedang berenang.

Pada satu kali putaran lengan terjadi tendangan kaki dua kali, keras, dan lemah. Pada saat permulaan terikan, dilakukan tendangan kaki yang pertama (keras), pada saat dorongan lengan dilakukan tendangan kaki yang kedua (lemah).

Dalam contoh makalah renang ini juga terdapat pembahasan mengenai pertolongan di air dengan jangkauan serta pertolongan kecelakaan air dengan sistem resusitasi jantung dan paru-paru. Berikut ini penjelasannya.

Pertolongan Air

Perlunya Pertolongan Air

Penyebab terjadinya bahaya di air antara lain panik, gugup, sulit bernapas, kejang otot, dan adanya ombak. Bahaya kecelakaan di air adalah korban tidak dapat bernapas akibat adanya air yang masuk ke dalam saluran pernapasan, ketika mulut dan hidung kemasukan air, maka proses pernapasan akan terganggu. Oleh sebab itu, dasar-dasar penyelamatan/pertolongan di air diperlukan untuk mengantisipasi kecelakaan di air.

Cara Memberikan Pertolongan Air ada dua macam, yaitu memberika pertolongan dengan jangkauan serta pernapasan buatan (Resusitasi jantung dan paru-paru).

Memberikan Pertolongan dengan Jangkauan

Cara memberikan pertolongan dengan jangkauan antara lain:

  1. Pertolongan dengan jangkauan dari dek.
  2. Pertolongan dengan jangkauan turun tangga.
  3. Pertolongan dengan jangkauan melalui kaki.
  4. Pertolongan jika korban jauh dari jangkauan (dengan mengulurkan gabungan dari beberapa depakan tangan).
  5. Pertolongan dengan menggunakan ring pelampung.
  6. Pertolongan dengan menggunakan ban.
Pertolongan Kecelakaan Air dengan Sistem Resusitasi Jantung dan Paru-paru

Resusitasi jantung dan paru-paru merupakan suatu cara untuk mempertahankan hidup selama seseorang tidak ada pernapasan dan denyut jantung. Kejadian berbahaya di air biasanya akan berakibat fatal. Pada umumnya, bahaya kecelakaan di air adalah ketika korban tidak dapat bernafas lagi akibat adanya air yang masuk ke dalam saluran pernafasannya.

Pertolongan dengan sisitem resusitasi jantung dan paru-paru korban kecelakaan air dilakukan terus menerus hingga terjadi keadaan berikut ini.

  1. Pernapasan spontan dan denyut nadi korban timbul kembali.
  2. Ada orang lain yang lebih ahli mengambil alih resusitasi jantung dan paru-paru.
  3. Ada dokter yang menangani.
  4. Penolong terlalu lelah.
  5. Setelah 30 menit tidak ada hasil.

Resusitasi jantung dan paru-paru pada orang dewasa dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini.

  1. Korban berbaring terlentang pada dasar yang keras.
  2. Kepala korban ditengadahkan.
  3. Segera lakukan pernapasan buatan dengan mulut 3 -5 kali.
  4. Bila nadi leher tidak teraba, segera lakukan tekanan jantung dari luar.
  5. Letakkan salah satu pengkal tangan penolong pada 2 jari di atas ujung tulang dada korban, sedangkan tangan yang lain diletakkan di atas tangan yang pertama.
  6. Renggangkan dan angkat jari-jari tangan hingga dengan demikian dapat melakukan penekanan tanpa merusak tulang rusuk.
  7. Bila posisi tangan sudah benar, dengan kedua tangan tegak lurus terhadap tulang dada, dilakukan tekanan dengan bantaun berat badan.
  8. Tekanan langsung ke bawah tulang dada korban 4-5 cm untuk memeras daerah luar jantung, kemudian dilepaskan agar jantung terisi kembali. Hindari mengangkat tangan dari dada karena titik tekanan dapat berubah. Tekanan harus dilakukan secara lembut dan teratur.
  9. Penekanan dilakukan 60 kali per menit, dengan menghitung one and two and three and/ (1, 2, 3)…
  10. Setelah beberapa menit, lihat dan rabalah dengan cepat nadi leher.
  11. Bila penolong hanya seorang diri dilakukan dulu pernapasan buatan dua kali disusul dengan pijat jantung luar 15 kali.
  12. Bila ada dua orang penolong maka baik tekanan jantung maupun pernapasan buatan dikerjakan bersama sama dengan perbandingan 1:5.

Materi contoh makalah renang bersumber dari:

Modul Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, untuk SMA/SMK/MA Kelas X Semester 1, Kelas VIII Semester 1, Kelas X Semester 2 CV. Mandiri Sukses Sejahtera,

Buku BSE, Kelas 1, Kelas 7, Kelas 10, dan Kelas 11

Demikianlah contoh makalah renang yang dapat serba makalah sajikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak dan mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *