Faktor-faktor Penyebab Trafficking

Diposting pada
Faktor-faktor Penyebab Trafficking

Di bawah ini akan dijelaskan faktor-faktor penyebab trafficking. Berikut penjelasannya.

Tidak ada satupun hal yang merupakan sebab khusus terjadinya trafficking manusia di Indonesia. Trafficking disebabkan oleh keseluruhan hal yang terdiri atas bermacam-macam kondisi serta persoalan yang berbeda-beda. Hal-hal tersebut antara lain sebagai berikut.┬╣

Baca juga:

Pengertian trafficking (perdagangan orang)

Kurangnya kesadaran

Banyak orang yang bermigrasi untuk mencari kerja, baik di Indonesia maupun di luar negeri, tidak mengetahui adanya bahaya trafficking dan tidak mengetahui cara-cara yang dipakai untuk menipu atau menjebak mereka dalam pekerjaan yang disewenang-wenangkan atau pekerjaan yang mirip perbudakan.

Kemiskinan

Kemiskinan telah memaksa keluarga untuk merencanakan strategi penopang kehidupan mereka, termasuk bermigrasi untuk bekerja dan bekerja karena jeratan hutang, yaitu pekerjaan yang dilakukan seseorang untuk membayar hutang atau pinjaman.

faktor-faktor penyebab trafficking

Keinginan cepat kaya

Keinginan untuk memiliki materi dan standar hidup yang lebih tinggi memicu terjadinya migrasi dan membuat orang-orang yang bermigrasi rentan terhadap trafficking.

Faktor budaya

Faktor-faktor budaya berikut memberikan kontribusi terhadap terjadinya trafficking.

  • Peran perempuan dalam keluarga. Meskipun norma-norma budaya menekan bahwa tempat perempuan adalah di rumah sebagai istri dan ibu, diakui juga bahwa perempuan seringkali mencari nafkah tambahan atau pelengkap untuk kebutuhan keluarga. Rasa tanggung jawab dan kewajiban membuat banyak wanita bermigrasi untuk bekerja agar dapat membantu keluarga mereka.
  • Peran anak dalam keluarga. Kepatuhan terhadap orang tua dan kewajiban untuk membantu keluarga membuat anak-anak rentan terhadap trafficking. Buruh atau pekerja anak, anak bermigrasi untuk bekerja, dan buruh anak karena jeratan hutang dianggap sebagai strategi-strategi keuangan keluarga yang dapat diterima untuk dapat menopang kehidupan keuagan keluarga.
  • Perkawinan dini. Perkawinan dini mempunyai implikasi yang serius bagi anak perempuan, termasuk bahaya kesehatan, putus sekolah, kesempatan ekonomi yang terbatas, gangguan perkembangan pribadi, dan perceraian diri. Anak-anak perempuan yang sudah bercerai secara sah dianggap sebagai orang dewasa dan rentan terhadap trafficking disebabkan oleh kerapuhan ekonomi mereka.
  • Sejarah pekerjaan karena jeratan hutang. Praktik menyewakan tenaga anggota keluarga untuk melunasi pinjaman merupakan strategi penopang kehidupan keluarga yang dapat diterima oleh masyarakat. Orang yang ditempatkan sebagai buruh karena jeratan hutang, khususnya, rentan terhadap kondisi-kondisi yang sewenang-wenang dan kondisi yang mirip dengan perbudakan.
Kurangnya pencatatan kelahiran

Orang tanpa pengenal yang memadai lebih mudah menjadi mangsa trafficking karena usia dan kewarganegaraan mereka tidak terdokumentasi. Anak-anak diperdagangkan, misalnya, lebih mudah diwalikan ke orang dewasa manapun yang memintanya.

Kurangnya pendidikan

Orang dengan pendidikan yang terbatas memiliki lebih sedikit keahlian atau skill dan kesempatan kerja sehingga mereka lebih mudah diperdagangkan karena mereka bermigrasi mencari pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian.

Korupsi dan lemahnya penegakan hukum

Pejabat penegak hukum dan imigrasi yang korup dapat disuap oleh pelaku trafficking untuk tidak mempedulikan kegiatan-kegiatan yang bersifat kriminal. Para pejabat pemerintah dapat juga disuap agar memberikan informasi yang tidak benar pada kartu tanda pengenal (KTP), akte kelahiran, dan paspor yang membuat buruh imigran lebih rentan terhadap trafficking karena migrasi ilegal. Kurangnya budget atau anggaran dana negara untuk menanggulangi usaha-usaha trafficking menghalangi kemampuan para penegak hukum untuk secara aktif menjerakan dan menuntut pelaku trafficking.

Baca juga:

Makalah perdagangan manusia di Indonesia

Demikianlah Faktor-faktor Penyebab Trafficking yang dapat serba-makalah sajikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih kepada Pak Udiyo Basuki yang telah memberikan arahan dalam penulisan terkait trafficking.

Nb:

┬╣Heri Santoso, Penegakan Hukum dan Pencegahan Trafficking di Indonesia, (Yogyakata: Media Perkasa, 2012), hlm. 10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *