Hakikat Hak Asasi Manusia (HAM)

Diposting pada
Hakikat Hak Asasi Manusi (HAM)

Hakikat Hak Asasi Manusia (HAM) – Hak asasi manusia merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai anugerah Tuhan (Allah SWT) yang melekat pada setiap diri manusia sejak lahir. Hak asasi manusia tidaklah bersumber dari negara maupun hukum melainkan langsung dari Tuhan (Allah SWT). Oleh sebab itu, hak asasi manusia yang ideal melekat erat dalam kehidupan manusia itu perlu mendapatkan pengakuan dan jaminan perlindungan dari negara dan hukum yang berlaku di negara tersebut. Hak asasi manusia wajib dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan oleh setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Hak asasi manusia terdiri atas dua hak yang paling fundamental, yaitu persamaan dan hak kebebasan. Adapun beberapa pengertian HAM dari para tokoh dan dokumen, sebagai berikut.

Hakikat Hak Asasi Manusia (HAM): dari segi pengertian

Koentjoro Poerbapranoto

Hak asasi adalah hak yang bersifat asasi. Artinya, hak-hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga sifatnya suci.

Franz Magnis Suseno

Hak asasi manusia adalah hak-hak yang dimiliki manusia bukan karena diberikan kepadannya oleh masyarakat. Jadi bukan karena hukum positif yang berlaku, melainkan berdasarkan martabatnya sebagai manusia. Manusia memilikinya karena ia manusia.

Hakikat Hak Asasi Manusia (HAM)
sumber: pixabay.com

John Locke

Hak asasi manusia adalah hak yang dibawa sejak lahir yang secara kodrati melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu gugat (bersifat mutlak).

Austin Ranney

Hak asasi manusia adalah ruang kebebasan individu yang dirumuskan secara jelas dalam konstitusi dan dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah.

UU N0. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT) dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Wikipedia.org

Silahkan baca di sini

Dalam perwujudannya, hak asasi manusia tidak dapat dilakukan secara mutlak karena dapat melanggar hak asasi orang lain. Memperjuangkan hak sendiri dengan mengabaikan hak orang lain merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Dalam pelaksanaannya hak asasi manusia (HAM) tidak dapat dilepaskan dari kewajiban asasi manusia dan tanggung jawab asasi manusia. Ketigannya merupakan keterpaduan yang berlangsung secara seimbang. Bila ketiga unsur asasi yang melekat pada setiap individu manusia tidak berjalan seimbang maka dapat dipastikan akan menimbulkan kekacauan dan kesewenang-wenangan dalam tata kehidupan manusia.

Hakikat Hak Asasi Manusia (HAM): dari segi ciri khusus

Hak asasi manusia memiliki ciri-ciri khusus jika dibandingkan dengan hak-hak yang lain. Ciri khusus hak asasi manusia sebagai berikut.

  1. Tidak dapat dicabut, artinya hak asasi manusia tidak dapat dihilangkan atau diserahkan (permanen/tetap).
  2. Tidak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak, apakah hak sipil dan politik atau hak ekonomi, sosial, dan budaya.
  3. Hakiki, artinya hak asasi manusia adalah hak asasi semua umat manusia yang sudah ada sejak lahir.
  4. Universal, artinya hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang status, suku bangsa, gender, atau perbedaan lainnya. Persamaan adalah salah satu dari ide-ide hak asasi manusia yang mendasar.

Materi Hakikat Hak Asasi Manusia (HAM)  bersumber dari:

Buku Ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA dan SMK/MAK Kelas X (a)

Demikianlah hakikat hak asasi manusia (HAM) yang dapat serba-makalah sajikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak dan mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *