Kandungan Al-Qur’an Surah Al-Hijr: 94-96

Diposting pada
Kandungan Al-Qur’an Surah Al-Hijr: 94-96

Kandungan Al-Qur’an Surah Al-Hijr: 94-96 – Dalam ayat 94 Surah Al-Hijr, Allah memerintahkan kepada Rasulullah SAW, supaya menyampaikan ajaran Islam dan melaksanakannya secara terang-terangan di hadapan orang-orang musyrik. Selain itu, supaya tidak menghiraukan orang-orang musyrik yang hendak menghalang-halangi dari menyampaikan dan menerangkan ayat-ayat Allah. Sebagian ahli tafsir memaknai “wa a ‘rid anil musyrikin” dengan tidak memedulikan segala tingkah laku orang-orang musyrik yang telah mendustakan, meperolok-olok dan menentang kamu, tindakan mereka yang menghalang-halangimu jangan dijadikan kendala untuk menyiarkan agama.”

Dalam ayat 95 dan 96, Allah memberikan isyarat kepada Nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang beriman behwa Allah akan memelihara Nabi dan pengikutnya dari perilaku orang-orang musyrik Mekah yang meremehkan, menghina, dan menyakiti Nabi Muhammad SAW.

Kandungan Al-Qur'an Surah Al-Hijr 94-96

Allah Menjaga Rasulullah dari Kejahatan Orang-orang Musyrik

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa orang-orang musyrik Mekkah yang suka memperolok-olok Nabi Muhammad SAW, diantarannya Aswad bin Muththalib, Aswad bin Abdul Yaghuts, Al-Walid bin Mughirah, Al-‘Ash bin Wa’il, dan Al-Haris bin Qais. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai kedudukan dan pengaruh di kalangan kaumnya. Perbuatan mereka dalam memperolok-olok Nabi Muhammad SAW, Sungguh telah melewati batas. Oleh karena itu, dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Aswad bin Muththalib didoakan Rasulullah SAW, supaya Allah membuatakan matanya dan menumpas anaknya, Aswad bin Addul Yaghuts menderita perut kembung dan mati karenanya,  Al-Walid bin Mughirah memiliki luka di bagian bawah mata kakinya semenjak dua tahun dan akhirnya semakin parah sehingga mati karenanya, Al-‘Ash bin Wa’il tertusuk oleh pecahan kaca di telapak kakinya setelah turun dari keledainya dan mati karenanya, serta Al-Haris bin Qais mengeluarkan nanah dari hidungnya sehingga mati karenanya. Itulah azab yang diberikan Allah kepada mereka.

Allah mengetahui bahwa Nabi Muhammad SAW, prihatin dan sedih melihat sikap dan tingkah laku orang-orang musyrik Mekah. Untuk menghormati hati yang sakit ini, nabi memperbanyak tasbih, zikir, tahmid, takbir, salat, dan melakukan ibadah-ibadah lainnya serta menahan nafsu. Sifat Nabi ini hendaknya dijadikan contoh bagi orang-orang mukmin dalam menghadapi segala permasalahan. Dengan menyerahkan segalanya kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

Dakwah Rasulullah SAW Berbuah Manis

Dengan sikap maju terus pantang mundur disertai keyakinan, sikap bijaksana, tutur bahasa yang baik dan benar di dalam berdakwah serta pemaaf dan lemah lembut, Islam mendapat sambutan di mana-mana. Walaupun pada mulanya Rasulullah SAW, selalu mendapat rintangan, tantangan, hinaan, hari demi hari pengikut Islam semakin bertambah banyak, bahkan persatuan dan kesatuan pengikutnya menjadi kokoh dan kuat, lebih-lebih setelah masuk Islamnya dua pemuda perkasa, yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab, Kemenangan itu semakin tampak karena pemuda tersebut sangat keras membela agama Islam, menjadi pembela kebenaran dan pemisah antara kebenaran dan kebatilan. Akhirnya, syiar Islam semakin menyebar di Jazirah Arab. Akhirnya, Islam dapat sersebar di seantero dunia.

Materi Kandungan Al-Qur’an Surah Al-Hijr: 94-96 bersumber dari:

Fitrah, Al-Qur’an Hadis, untuk MA dan yang sederajat, Kelas XII Semester I

Demikianlah pembahasan mengenai “Kandungan Al-Qur’an Surah Al-Hijr: 94-96” Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak dan mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *