Musaqoh, Muzara’ah, dan Mukhabarah

Diposting pada
Musaqoh, Muzara’ah, dan Mukhabarah

Pada pembahasan kali ini serba makalah akan menyajikan pembahasan tentang Musaqoh, Muzara’ah, dan Mukhabarah, berikut penjelasannya.

Musaqah

Pengertian Musaqah dan Dasar Pelaksanaannya

Musaqah ialah kerjasama antara pemilik kebun dan penggarap, sehingga kebun tersebut menghasilkan produk, yang kemudian hasilnya menjadi milik kedua belah pihak menurut perjanjian yang telah disepakati. Musaqah hukumnya mubah.

Landasan pelaksanaan musaqoh adalah hadis Nabi SAW:

Artinya: ” Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi SAW telah memberikan kebun beliau kepada penduduk Khaibar agar dipelihara oleh mereka dengan perjanjian mereka akan memperoleh bagian dari penghasilannya, baik dari buah- buahan ataupun hasil tanamannya. (H.R. Muslim).

Rukun Musaqah

  • Pemilik kebun
  • Penggarap
  • Tanaman yang dipelihara
  • Pekerjaan, dengan ketentuan yang jelas, waktu, jenis, dan sifatnya
  • Hasil kebun, bisa berupa buah, daun, kayu, atau yang lainnya
  • Akad, yakni ijab qabul yang berbentuk tulisan, lisan, dan lainnya yang dapat dipahami kedua belah pihak
Musaqoh, Muzara'ah, dan Mukhabarah
sumber gambar: pixabay.com

Syarat Musaqah

  • Akad; dilaksanakan sebelum pekerjaan penggarapan dimulai
  • Tanaman; tanaman yang ditanam harus jelas, dapat dilihat oleh mata
  • Waktu pemeliharaan; harus jelas, misalnya 1 tahun, 2 tahun dan sebagainya

Hikmah Musaqah

  1. Terjalinnya kerjasama antara yang kaya dan yang miskin, sebagai perwujudan ukhuwah Islamiyah.
  2. Memberikan pekerjaan kepada orang yang tidak memiliki kebun, sehingga ia mempunyai penghasilan.
  3. Sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
  4. Menghindari praktik yang tidak adil antara pemilik kebun dan penggarap.
Muzara’ah dan Mukhabarah

Pengertian

Muzara’ah adalah bentuk kerjasama antara pemilik tanah sawah atau ladang dengan penggarap, dengan benih tanaman dari pihak pemilik tanah atau ladang, dan pembagian hasilnya menurut akad kesepakatan kedua belah pihak.

Sedangkan Mukhabarah iala suatu bentuk kerjasama yang terjadi antara pemilik tanah dan penggarap tanah untuk digarap dengan ketentuan bahwa benih tanaman yang akan ditanam adalah dari penggarap tanah tersebut, dengan pembagian hasilnya menurut akad kesepakatan. Sedangkan biaya pengerjaan dan benihnya ditanggung oleh orang yang mengerjakan.

Perbedaan Muzara’ah dan Mukhabarah adalah benih tanaman yang akan ditanam. Pada muzaraah, benih tanaman berasal dari pemilik tanah, dan pada mukhabarah, benih berasal dari penggarap.

Hukum Muzara’ah dan Mukhabarah

Hukum ashl muzaraah adalah mubah. Tetapi kalau dalam pelaksanaannya dapat menimbulkan kecurangan dari salah satu pihak maka kerjasama ini tidak boleh dilaksanakan.

Artinya: ” Kalau ini persoalanmu, maka janganlah kamumenyerahkan tanah. (H.R. Abu Daud).

Sedangkan hukum mukhabarah sama seperti muzara’ah.

Zakat Muzara’ah dan Mukhabarah

Zakat sesungguhnya diwajibkan kepada orang mampu, dalam pengertian telah mempunyai harta mencapai batas nisab dan telah dimilikinya selama satu tahun. Namun dalam Q.S. Al-An’aam: 141), dijelaskan:

Artinya: ” … Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya);…(Q.S. Al-An’aam: 141).

Dengan demikian zakat ini dikeluarkan pada saat panen oleh orang yang memberikan bibit.

Hikmah

  • Terjalinnya kerjasama antara yang kaya dan yang miskin, sebagai perwujudan ukhuwah Islamiyah.
  • Memberikan pekerjaan kepada orang yang tidak memiliki tanah/ladang sehingga ia mempunyai penghasilan.
  • Sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
  • Menghindari praktik yang tidak adil antara pemilik kebun dan penggarap.
  • Harta tidak hanya beredar pada orang kaya saja (pemerataan kesejahteraan).
  • Mengikuti sunnah Rasulullah.
  • Tambahan: wujud ketaatan kepada hukum Islam dan agama Islam.

Jika ingin mencari persamaan dan perbedaan antara musaqoh, muzara’ah dan mukhabarah baca pembahasan “ini

Materi Musaqoh, Muzara’ah, dan Mukhabarah, bersumber dari:

MGMP Jateng dan DIY, FIQIH, untuk Madrasal Aliyah, Semester 2 Kelas X.

Demikianlah penjelasan mengenai Musaqoh, Muzara’ah, dan Mukhabarah yang dapat serba makalah sajikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak dan mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *