Pengertian Iffah, Musawwah, dan Ukhuwah

Diposting pada
Pengertian Iffah, Musawwah, dan Ukhuwah

Masing ingatkah dengan materi Aqidah Akhlaq. Pada pembahasan ini akan disajikan mengenai Pengertian Iffah, Musawwah, dan Ukhuwah, berikut penjelasannya:

Pengertian Iffah

Secara bahasa, “iffah” adalah “menjauhkan (menahan) diri dari yang tidak halal. “Dan juga berarti kesucian tubuh”.

Secara istilah, iffh adalah memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan merendahkan, merusak, dan menjauhkannya.

Nilai dan wibawa seseorang tidaklah ditentukan oleh kekayaan dan jabatan, dan tidak pula ditentukan oleh bentuk rupanya, tetapi ditentukan oleh kehormatan dirinya. Oleh sebab itu, untuk menjaga kehormatan diri tersebut, setiap orang berusaha menjauhkan diri dari segala perbuatan dan perkataan yang dilarang oleh Allah SWT. Dia harus mampu mengendalikan hawa nafsunya, tidak saja dari hal-hal yang halal karena bertentangan dengan kehormatan irinya.

Kalimat iffah yang disebutkan dalam al-Qur’an menjelaskan kepada macam-macamnya adalah:

  • Iffah diartikan kebersihan jiwa dan kejujuran. Misalnya dalam surah al-A’laa: 14 di antaranya adalah, Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman).” Hadis-hadis yang mencerminkan agar orang bersifat iffah adalah, Artinya: “Sungguh beruntung seorang Islam yang diberi kecukupan rezeki dan menerima pemberian Allah yakni rela atas karunia Allah.
  • Iffah menghinarkan diri dari minta-minta. Iffah diartikan juga menghindarkan diri dari minta-minta.
  • Memelihara syahwat dari yang haram. Firman Allah SWT dalam Q.S. an-Nur: 33, berbunyi, Artinya: ” Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sehingga Allah SWT memampukan mereka dengan karunia-Nya”.

Pengertian Iffah, Musawwah, dan Ukhuwah

Iffah adalah sifat atau sikap menahan diri dari segala perangai (perbuatan, perkataan, tingkah laku, cara berpakaian) yang yang dapat merendahkan harga diri. Ia merupakan sifat mulia dan terpuji yang harus dimiliki oleh setiap orang terutama orang mukmin sehingga terpeliharalah harga dirinya baik dihadapan manusia maupun dihadapan Tuhannya.

Adapun iffah akan dapat terwujud apabila:

  • Harus ada sifat qona’ah yakni menerima apa adanya dengan hati yang ikhlas, tidak tamak dan tidak mau meminta-minta.
  • Giat mencari nafkah dengan jalan yang telah ditentukan oleh syariat yang mulia. Firman Allah SWT, dalam Q.S. al-Baqarah: 273: Artinya: ” Orang yang tidak suka mengira bahwa mereka itu orang yang kaya, lantaran mereka memelihara diri dari meminta-minta.” (Q.S. al-Baqarah: 273).

Iffah merupakan utama yang memelihara manusia dari hal-hal yang telah dilakukan dengan tangannya, lisannya, maupun syahwatnya.

Pengertian Musawwah

Secara bahasa musawwah berarti persamaan. Menurut  istilah musawwah adalah persamaan dan kebersamaan serta penghargaan terhadap sesama manusia sebagai makhluk Tuhan.

Persamaan manusia merupakan keutamaan yang akan menyadarkan setiap orang untuk memberikan yang terbaik. Sehingga sikap musawwah akan menjadi jalan baru bagi semua manusia untuk melakukan kebajikan dalam rangka membangun kebersamaan dan kemaslahatan. Pengakuan terhadap persamaan harkat, martabat, dan derajat manusia, dalam hal ini merupakan manifestasi keimanan.

Pengertian Ukhuwah

Secara bahasa Ukhuwah yang diartikan “Persaudaraan”. terambil dari akar kata yang pada mulanya “memperhatikan”. Makna asal ini memberi kesan bahwa persaudaraan mengharuskan adanya perhatian semua pihak yang merasa bersaudara.

Boleh jadi perhatian itu mulanya lahir karena adanya persamaan di antara pihak-pihak yang bersaudara, sehingga makna tersebut kemudian berkembang. Pada akhirnya ukhuwah diartikan sebagai “setiap persamaan dan keserasian dengan pihak lain, baik persamaan keturunan, dari segi ibu, bapak, atau keduanya, maupun dari segi persusun”. Secara majazi kata ukhuwah (persaudaraan) mencakup persamaan salah satu unsur seperti suku, bangsa, profesi, dan perasaan. Dalam kamus-kamus  bahasa Arab ditemukan bahwa kata akh yang membentuk kata ukhuwag digunakan juga dengan arti teman akrab atau sahabat.

Ukhuwah merupakan istilah persatuan atau persaudaraan antara muslim di dunia dan tidak membedakan suku, bangsa, warna kulit, bahasa, dan kewarganegaraan. Hal yang mengikat persaudaraan itu adalah kesamaan keyakinan (rukun iman maupun rukun islam). Ikatan keimana ini jauh lebih kokoh dan abadi dibandingkan dengan ikatan primordial lainnya, bahkan jauh lebih kuat dibandingkan ikatan daerah sekalipun.

Ukhuwah Islam dapat dijaga dengan tegak dan kokoh diperlukan adanya empat pilar, di antaranya sebagai berikut.

  1. Ta’aruf adalah usaha saling mengenal baik itu lahiriah maupun bathiniyah secara Islamiyah, si samping itu juga lebih jauh lagi tentang pendidikan keagamaan, pemikiran, gagasan serta problematik.
  2. Tafahum adalah saling memahami kelebihan dan kekurangan, kekuatan maupun kelemahan masing-masing sehingga segala macam bentuk problemmatika kesalahpahaman dapat diselesaikan dengan demokratis dan realistis.
  3. Ta’awun, yaitu saling tolong-menolong kepada kebaikan, jangan tolong menolong pada kejelekan.
  4. Takaful yakni saling memberi jaminan sehingga menimbulkan rasa aman, tidak ada rasa kekhawatiran dan kecemasan menghadapi hidup ini, karena ada jaminan dari sesama saudara untuk memberikan pertolongan yang diperlukan dalam menjalankan amanat kehidupan Ilahi Robbi.

Enam sikap dan perbuatan yang dilarang Allah SWT, agar ukhuwah tidak menjadi rusak yaitu:

  1. Memperolok olokan orang lain baik laki-laki maupun perempuan dengan kata-kata atau dengan gerak-gerik yang dapat menimbulkan sakit hati dan permusuhan;
  2. Mencaci orang lain dengan kata-kata yang menyakitkan dan menghina orang lain;
  3. Memanggil orang lain gelar-gelar yang tidak suka;
  4. Berburuk sangka;
  5. Mencari-cari kesalahan orang lain; dan
  6. Menggunjing.

Materi Pengertian Iffah, Musawwah, dan Ukhuwah bersumber dari:

Aqidah Akhlaq, untuk Madrasah Aliyah Kelas X, Kurikulim Berbasisi Kompetensi, Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Iffah, Musawwah, dan Ukhuwah yang dapat serba makalah sajikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak dan mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *