Pengertian Jual Beli, Syarat, Rukun, dan Hikmahnya

Diposting pada
 Pengertian Jual Beli, Syarat, Rukun, dan Hikmahnya

Pengertian Jual Beli, Syarat, Rukun, dan Hikmahnya – Pada kesempatan kali ini serba makalah akan menyajikan pengertian jual beli, syarat, rukun, dan hikmahnya. Berikut penjelasannya.

Pengertian dan Dasar Hukum Jual Beli

Secara bahasa jual beli berasal dari kata yang artinya tukar menukar sesuatu dengan sesuatu, menurut istilah jual beli adalah suatu transaksi tukar menukar barang atau harta yang mengakibatkan perpindahan hak milik sesuai dengan syarat dan rukun tertentu. Pengertian jual beli menurut Wiktionary adalah persetujuan saling mengikat antara penjual (pihak yang menyerahkan barang) dan pembeli (pihak yang membayar harga barang yang dijual).

Dasar hukum jual beli bersumber dari Al-Qur’an. Firman Allah SWT yang artinya:

Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba“. (Q.S. Al-Baqarah: 275).

Syarat dan Rukun Jual Beli

Pengertian Jual Beli, Syarat, Rukun, dan Hikmahnya

Rukun Jual Beli

  • Penjual.
  • Pembeli.
  • Barang atau harta yang diperjual belikan.
  • uang atau alat bayar yang digunakan sebagai penukar barang.
  • akad yaitu lafadz ijab qabul, yaitu sebagai bukti akan adanya kerelaan dari kedua belah pihak.

Syarat Barang yang diperjual-belikan

  • Barang itu suci, artinya bukan barang najis.
  • Barang itu bermanfaat.
  • Barang itu milik sendiri atau milik orang lain yang telah mewakilkan untuk menjualnya.
  • Barang itu dapat diserah terimakan kepemilikannya.
  • Barang itu dapat diketahui jenis, ukuran, sifat dan kadarnya.

Syarat Penjual dan Pembeli

  • Berakal sehat, orang yang tidak sehat pikirannya atau idiot (bodoh), maka akad jual belinya tidak sah.
  • Atas kemauan sendiri, artinya jual beli yang tidak ada unsur paksaan.
  • Sudah dewasa (baligh), artinya akad jual beli yang dilakukan oleh anak-anak jual belinya tidak sah, kecuali pada hal-hal yang sifatnya sederhana atau sudah menjadi adat kebiasaan. Seperti jual beli es, permen, dan lain-lain.
  • Keadaan penjual dan pembeli itu bukan orang yang pemboros terhadap harta, karena keadaan mereka yang demikian itu hartanya pada dasarnya berada pada tanggung jawab walinya.
Hikmah Jual Beli

Jual beli termasuk ibadah yang dilaksanakan sesuai dengan syarat dan rukun, tertentu mengandung hikmah bagi pelakunya, Hikmah tersebut antara lain:

  • Membentuk kepribadian Muslim yang terhindar dari kepemilikan harta secara batil. (Q.S. An-Nisa: 29).
  • Membentuk kepribadian Muslim yang terhindar dari kepemilikan harta secara riba. (Q.S. Al-Baqarah: 275).
  • Mendorong untuk saling menolong sesama manusia sehingga mempunyai nilai sosial kemasyarakatan. (Q.S. Al-Maidah: 2).
  • Melaksanakan hukum yang dihalalkan Allah SWT. Dan menjauhi yang diharamkan. (Q.S. Al-Baqarah: 275).
  • Mendidik pihak penjual dan pembeli agar memiliki sifat-sifat tenggang rasam saling hormat menghormati, lapang dada dan tidak tergesa-gesa.

Sabda Nabi SAW. Dari Jabir ra:

Artinya: ” Allah memberi rahmat kepada orang yang berlapang dada pada saat menjual, pada saat membeli dan pada saat menagih hutang.” (H.R. Bukhari dan Tirmidzi).

Materi pengertian jual beli, syarat, rukun, dan hikmahnya bersumber dari:

MGMP Jateng dan DIY, FIQIH, untuk Madrasah Aliyah, Kelas X, Semester 2

Demikianlah pembahasan mengenai Apa itu Pengertian Jual Beli, Syarat, Rukun, dan Hikmahnya yang dapat serba makalah sajikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak dan mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *