Pengertian Trafficking (Perdagangan Orang)

Diposting pada
Pengertian Trafficking (Perdagangan Orang)

Di bawah akan dijelaskan pengertian trafficking (perdagangan orang). Berikut penjelasannya.

Menurut undang-undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) Pasal 1 ayat (1), definisi trafficking (perdagangan orang) adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaa atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang ain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antarnegara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi. Dengan demikian, terdapat tiga elemen pokok yang terkandung dalam pengertian trafficking di atas. Pertama, elemen perbuatan yang meliputi merekrut, mengangut, memindahkan, menyembunyikan, atau menerima. Kedua, elemen sarana (cara) untuk mengendalikan korban yang meliputi ancaman, penggunaan paksaan, berbagai bentuk kekerasan, penculikan, penipuan, kecruangan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian atau penerimaan atau keuntungan untuk memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas korban. Ketiga, elemen tujuannya yang meliputi eksploitasi, setidaknya untuk prostitusi atau bentuk eksploitasi seksual lainnya; kerja paksa; perbudakan; penghambaan; dan pengambilan organ tubuh.¹

pengertian trafficking (perdagangan orang)

Sementara itu, Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) mendefinisikan trafficking sebagai²

Perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman, atau penggunaan kekerasan, atau bentuk-bentuk pemaksaan lain, penculikan, penipuan, kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, atau memberi atau menerima bayaran atau manfaat untuk memperoleh ijin dari orang yang mempunyai wewenang atas orang lain, untuk tujuan eksploitasi.

Baca juga:

Makalah Perdagangan Manusia di Indonesia

Pengertian trafficking demikian luasnya, sehingga para aktivis yang konsen dibidang penghapusan trafficking sepakat bahwa pengertian ini dipandang cukup jika telah memenuhi salah satu unsur dari tindakan yang dilakukan oleh trafficker, cara yang digunakan dan tujuan tindakan tersebut dilakukan. Para trafficker umumnya sebagai organisasi kriminal yang sifatnya rahasia, sulit dilacak ataupun ditangkap.³

Demikianlah pengertian trafficking (perdagangan orang) yang dapat serba-makalah sajikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih kepada Pak Udiyo Basuki karena telah membimbing saya dalam penulisan ini.

Nb:

¹Heri Santoso, Penegakan Hukum dan Pencegahan Trafficking di Indonesia, (Yogyakata: Media Perkasa, 2012), hlm. 3

²Ibid., hlm. 4

³Mufidah,  Mengapa Mereka Diperdagangkan? Membongkar Trafiking dalam Perspektif Islam, Hukum, dan Gender (Malang: UIN-Maliki Press, 2011), hlm. 11

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *