Perbedaan Permohonan dan Gugatan

Diposting pada
Perbedaan Permohonan dan Gugatan

Perbedaan Permohonan dan Gugatan – Di samping perkara gugatan, dimana terdapat pihak penggugat dan pihak tergugat, ada perkara-perkara yang disebut, permohonan, yang diajukan oleh seorang pemohon atau lebih secara bersama-sama.

Perbedaan permohonan dan gugatan adalah bahwa dalam perkara gugatan ada suatu sengketa atau konflik yang harus diselesaikan dan diputus oleh pengadilan. Dalam suatu gugatan ada seorang atau lebih yang “merasa” bahwa haknya atau hak mereka telah dilanggar, akan tetapi orang yang “dirasa” melanggar haknya atau hak mereka itu, tidak mau secara sukarela melakukan sesuatu yang diminta itu. Untuk penentuan siapa yang yang benar dan berhak, diperlukan adanya suatu putusan hakim. Di sini hakim benar-benar berfungsi sebagai hakim yang mengadili dan memutus siapa diantara para pihak-pihak tersebut yang benar dan siapa yang tidak benar.

Perbedaan Permohonan dan Gugatan

Dalam perkara yang disebut permohonan tidak ada sengketa, misalnya apabila segenap ahli waris almarhum secara bersama-sama menghadap ke pengadilan untuk mendapat suatu penetapan perihal bagian masing-masing dari warisan almarhum berdasarkan ketentuan Pasal 236a H.I.R. Disini hakim hanya sekedar memberi jasa-jasanya sebagai seorang tenaga tata usaha negara. Hakim tersebut mengeluarkan suatu penetapan atau lazimnya disebut putusan declarator, yaitu suatu putusan yang bersifat menetapkan, menerangkan saja. Dalam persoalan ini hakim tidak memutuskan suatu konflik seperti halnya dalam perkara gugatan.

Permohonan yang banyak diajukan di muka pengadilan negeri adalah mengenai permohonan pengangkatan anak angkat, wali, pengampu, perbaikan akta catatan dan sebagainya.

Ciri Khas/Perbedaan Permohonan dan Gugatan┬╣

Permohonan:

  • Masalah yang diajukan bersifat kepentingan sepihak saja.
  • Permasalahan yang dimohon penyesuaian kepada pengadilan negeri pada prinsipnya tanpa sengketa dengan pihak lain.
  • Tidak ada orang lain atau pihak ketiga yang ditarik sebagai lawan, tetapi bersifat mutlak satu pihak.

Gugatan:

  • Permasalahan hukum yang diajukan ke pengadilan mengandung sengketa.
  • Terjadi sengketa di antara para pihak, minimal di antara (2) dua pihak.
  • Bersifat partai, dengan komposisi pihak yang satu bertindak dan berkedudukan sebagai penggugat dan pihak yang lainnya berkedudukan sebagai tergugat.
  • Tidak boleh dilakukan secara sepihak, hanya pihak penggugat atau tergugat saja.
  • Pemeriksaan sengketa harus dilakukan secara kontradiktor dari permulaan sidang sampai putusan dijatuhkan, tanpa mengurangi kebolehan mengucapkan putusan tanpa kehadiran salah satu pihak.

Materi Perbedaan Permohonan dan Gugatan bersumber dari buku:

Ny. Retrowulan Sutantio, S.H. Iskandar Oeripkartawinata, S.H. 1195. Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek, (Bandung: Mandar Maju).

Demikianlah pembahasan mengenai “Perbedaan Permohonan dan Gugatan” yang dapat serba makalah sajikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *