Perwasitan dalam Bola Basket Lengkap

Diposting pada

Perwasitan dalam Bola Basket– Bagaimana perwasitan dalam bola basket. Berikut akan dijelaskan perwasitan dalam permainan bola basket.

Perwasitan dalam Bola Basket

Klasifikasi Wasit Bola Basket

Wasit pada basket ditentukan oleh Pengurus Besar Basket Seluruh Indonesia (PB PERBASI). Dalam hal ini dibantu oleh komisi wasit. Hak dan kewajiban komisi wasit, menatar, mengangkat, menghentikan wasit dari tingkat C sampai A, dan mengusulkan para wait untuk mengikuti ujian wasit internasional. Klasifikasi wasit PERBASI terdiri atas wasit anggota (C), wasit daerah (B2), wasit wilayah (B1), wasit nasional (A), dan wasit internasional.

Perlengkapan Wasit Bola Basket

Perlengkapan wasit dalam permainan bola basket antara lain:

  • Peluit;
  • Celana panjang berwarna abu-abu;
  • Kemeja atau kaos abu-abu;
  • Sepatu basket atau;
  • Sepatu tenis.
perwasitan dalam bola basket
sumber: pixabay.com

Dasar perwasitan dalam bola basket harus mengetahui apa itu tugas dan kewajiban wasit bola basket.

Tugas dan Kewajiban Wasit Bola Basket

Pertandingan bola basket dipimpin oleh dua orang wasit, yaitu wasit I (referee) dan wasit II (umpire). Berikut ini kewajiban dan kekuasaan khusus wasit I.

  • Melaksanakan bola loncat pada tiap permulaan babak.
  • Memeriksa dan mengesahkan semua perlengkapan alat pertandingan dan alat-alat petugas meja.
  • Menetapkan jam permainan yang resmi dan menyesuaikan tanda perwasitan kepada wasit II dan petugas meja.
  • Melarang pemain menggunakan alat-alat yang mungkin dapat membahayakan pemain lain.
  • Bila terjadi perbedaan pendapat mengenai gol yang terjadi, maka wasit I harus memutuskan masuk atau tidaknya.
  • Berhak menghentikan pertandingan bila keadaan menghendaki.
  • Bila di antara petugas meja terdapat perbedaan pendapat, wasit I harus memutuskan persoalan ini.
  • Memeriksa dan mengesahkan angka dalam daftar angka apabila tiap akhir suatu babak.
  • Memutuskan setiap peristiwa yang tidak tertampung dalam peraturan permainan dan peraturan pertandingan.

Sebelum pertandingan dimulai wasit harus mengadakan pemeriksaan alat dan fasilitas pertandingan, menyesuaikan tanda-tanda perwasitan, pemeriksaan pemain dan undian tempat. Pada tiap permulaan babak, wasit I harus mengadakan bola loncat, wasit I harus memberi tanda dengan cara ibu jari tangan diacungkan ke atas kepada wasit II. Kemudian wasit II bertanya kepada petugas meja apakah sudah dapat dimulai, bila petugas meja menjawab juga dengan ibu jari tangan, wasit II segera memberi jawabab kepada wasit I dengan mengacungkan ibu jari. Bila semuanya telah siap, segeralah wasit I melaksanakan bola loncat.

Setelah bola loncat pertama dilaksanakan, maka tidak ada lagi istilah wasit I dan wasit II, tetapi yang ada wasit pemandu dan wasit penyerta. Dalam menjatuhkan keputusan, antara wasit I dan wasit II tidak ada perbedaan kekuasaan. Bila terjadi keputusan yang berlawanan tetapi bersifat setaraf, maka harus diadakan bola loncat.

Wasit pemandu adalah wasit yang mempunyai kewajiban untuk mendahului bola bila itu ada di daerah kananya, tetapi jika wasit itu berdiri di tengah-tengah garis samping menghadap ke tengan lapangan dan bola ada di daerah sebelah kirinya, maka wasit itu harus bertugas untuk menyertai bola ini disebut wasit penyerta. Bila bola ada di sebelah kanan wasit II, maka ia harus bertugas sebagai wasit pemandu, segera menempati posisi di bawah basket di luar garis akhir, bila bolaada di sebelah kiri wasit I, maka wasit I harus bertugas menjadi penyerta.

Pedoman Menjatuhkan Kesalahan Perorangan

Menjatuhkan suatu kesalahan kepada pemain haruslah tepat, sebab dari suatu kesalahan seorang pemain dapat langsung dikeluarkan setelah melakukan kesalahan lima kali dan pihak lawannya mungkin dapat memperoleh angka. Berikut ini pedoman menjatuhkan kesalahan perorangan.

  • Pada waktu mengamati suatu peristiwa, wasit benar-benar melihat dengan nyata semua pemain yang ikut berperan dalam peristiwa itu sejak sebelum kejadian, saat kejadian dan akibat kejadian.
  • Tidak ada persinggungan tidak ada kesalahan.
  • Persinggungan yang bagaimana pun kerasnya diperbolehkan bila kedua pemain yang bertanding mempunyai jarak yang sama terhadap bola melakukan persinggungan wajar.
  • Menjatuhkan blocking hanya terhadap pemain penyerang yang tidak menguasai bola.
  • Pertanggungjawaban persinggungan dilihat dari vertikalitas pemain, yaitu tabung silinder yang dibuat bila pemain dalam sikap berdiri tegak berkacak pinggang dengan kedua belah tangannya dan berputar. Kalau seorang pemain keluar dari vertikalitasnya dan mengadakan persinggungan maka harus bertanggung jawab akan persinggungan tersebut.
  • Bila dua pemain dari kedua regu pada waktu yang bersamaan atau hampir bergerak dengan arah yang sama, maka pemain yang dibelakangbertanggung jawab akan persinggungan tersebut.
  • Bila dua pemain dua regu pada waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan bergerak dengan arah berlawanan, maka pemain yang regunya menguasai bola pertanggung jawab akan persinggungan tersebut.
  • Seorang pemimpin berhak menempati tempat di mana pun di dalam lapangan permainan, asalkan memberi kesempatan kepada pemain lawan berhenti atau mengubah arah untuk meghindar.
wasit bola basket
sumber: pixabay.com
Pedoman dalam Mewasiti
  • Setiap terjadi pelanggaran, tiup peluit sambil mengangkat tangan dengan telapak tangan terbuka memberi tanda pelanggaran, dan menunjuk ke arah mana bola harus dilempar.
  • Bila terjadi lemparan ke dalam setalah bola dikuasai oleh pelempar, wasit yang terdekat harus mengacungkan tangan dengan telapak tangan terbuka, dan baru diturunkan setelah bola disentuh oleh salah seorang pemain yang ada di dalam lapangan permainan.
  • Bila terjadi kesalahan, wasit yang melihat kejadian segera meniup peluit. Sambil mengangkat tangan dengan mengepal dan menunjuk pemain yang melakukan kesalahan, kemudian menuju ke arah petugas meja, hingga tidak tertutup oleh para pemain yang melakukan kesalahan, apa yang dilakukan, lalu memberi tanda lemparan ke samping, tembakan satu kali (dua kali atau tiga untuk dua).
  • Ingat selalu menempati kedudukan pemandu dan penyerta. Tiap terjadi kesalahan dan bola loncat harus berpindah tempat. Aturlah selalu agar perpindahan antara pemandu dan penyerta selalu berjalan lancar dan ambillah jalan yang paling praktis dalam saling mengisi tempat pemandu dan penyerta. Binalah kerja sama antara kedua wasit.
  • Setelah kedudukan wasit pemandu dan penyerta dipenuhi, usahakan selalu bergerak untuk memperoleh tempat pengamatan yang tepat dan menjaga konsistensi.
  • Wasit penyerta mempunyai kewajiban khusus mengamati persinggungan pemain antara pinggang ke atas dan pengamatan terhadap bola masuk. Bila bola masuk, harus memberi tanda kepada petugas meja dengan mengacungkan dua jari dan digerakkan ke bawah. Wasit pemandu berkewajiban khusus mengamati persinggungan pemain antara pinggang sampai kaki.
wasit nba
sumber: nba.com
Tanda-tanda saat Tembakan Hukuman
  • Bila dilaksanakan satu kali tembakan hukuman, maka tembakan itu segera akan dijatuhkan permainan lagi. Setelah pemain menempati posisinya, segera wasit penyerta memberitahukan bahwa tembakan hanya satu kali dengan mengacungkan jari telunjuk hingga semua pemain mengerti akan maksudnya. Kemudian menyertakan bola kepada penembak. Setelah itu, menjatuhkan diri dari daerah tembakan hukuman sambil mengangkat satu tangan dengan telapak tangan terbuka.
  • Bila dilangsungkan dua kali tembakan hukuman, setelah para pemain menempati posisinya kemudia wasit I memberi tanda dengan dua jari. Wasit menyerahkan bola kepada penembak, mundur beberapa langkah sambil mengangkat kedua belah tangannya. Bila tembakan kedua akan dilaksanakan, lakukan no. (a/di atas)
  • Bila dilangsungkan tembakan hukuman 3 untuk 2, maka setelah pemain menempati posisinya wasit penyerta memberi tanda 3 jari kemudian lakukan seperti no. (b/di atas)
  • Bila tembakan hukuman masuk, maka wasit penyerta harus memberi tanda kepada petugas meja dengan mengacungkan jari telunjuk dan digerakkan ke bawah.

Demikianlah pembahasan mengenai “Perwasitan dalam Bola Basket“. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak. Apabila dalam artikel perwasitan dalam bola basket terjadi kekurangan dan kekhilafan, mohon maaf.

Baca juga: “pola penyerangan dan pertahanan dalam bola basket

Sumber materi: Modul Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Untuk SMA/SMK/MA Kelas XII Semester 1, (Solo: CV. Mandiri Sukses Sejahtera,_)

Salam dari: kangtoha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *