Perwasitan dalam Bola Voli Lengkap

Diposting pada

Perwasitan dalam Bola Voli– Bagaimana perwasitan dalam bola voli. Berikut akan disajikan perwasitan dalam permainan bola voli.

Perwasitan dalam Bola Voli

Syarat-syarat menjadi Wasit Bola Voli
  • Berbadan sehat dan mempunyai fisik yang normal.
  • Mempunyai bakat untuk menjadi seorang wasit.
  • Senang terhadap permainan bola voli.
  • Berpendidikan serendah-rendahnya lulusan SMA.
  • Berumur antara 20-40 tahun.
  • Mempunyai dedikasi yang baik.
  • Haruslah menjadi anggota salah satu perkumpulan bola voli.
wasit bola voli
sumber: pixabay.com
Perlengkapan Wasit

Perlengkapan wasit antara lain:

  • Mengenakan celana putih;
  • Baju kaos putih polos berkerah;
  • Sepatu karet putih;
  • dan memakai badge wasit yang sesuai dengan klasifikasinya.

Baca juga:

pola penyerangan dan pertahanan dalam bola voli

Tugas, Kewajiban, dan Wewenang Wasit

Tugas-tugas Wasit

  • Memimpin pertandingan agar berjalan lancar.
  • Meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan tentang perwasitan bola voli.
  • Menyebarluaskan peraturan permainan bola voli di masyarakat.
  • Meningkatkan mutu perwasitan di masyarakat pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

Kewajiban dan Wewenang Wasit

  • Berkewajiban memimpin pertandingan bola voli baik di tingkat cabang, daerah, nasional, maupun internasional.
  • Tidak berhak memimpin pertandingan di atas klasifikasi sertifikat yang dimilikinya.
Prosedur Mewasiti

Hanya wasit I dan II yang diperbolehkan meniup peluit selama pertandingan.

  • Wasit I memberikan tanda untuk service yang memulai suatu pertandingan.
  • Wasit I dan II memberikan tanda pada akhir suatu permainan (bola mati, setelah mereka merasa yakin bahwa terjadi suatu kesalahan serta mereka telah memahami sifat pelanggarannya).
  • Peniupan peluit pada waktu bola mati bertujuan untuk menunjukkan bahwa mereka menyetujui atau menolak suatu permohonan regu.
  • Wasit I dapat meniup peluit untuk memberikan peringatan atau menjatuhkan hukuman salah sikap seorang anggota pemain atau regu itu sendiri.
  • Pada waktu wasit meniup peluit untuk memberikan tanda penghentian permainan mereka harus sudah bisa menunjukkan sifat kesalahan dan isyarat tangan yang resmi, pemain yang bersalah, serta regu pilihan yang melakukan service, sekaligus memberikan tanda apakah ada regu yang mendapatkan angka dari kesalahan tersebut.
  • Wasit dan hakim harus dapat menunjukkan sifat kesalahan dengan isyarat tangan yang resmi atau suatu pengajuan penghentian seperti berikut ini. (1). Isyarat hanya dilakukan untuk seketika, isyarat itu dilakukan dengan satu tangan untuk menunjukkan pemain yang bersalah atau menunjukkan permohonan. (2) Setelah  itu wasit menunjukkan pemain yang bersalah jika penghentian itu karena kesalahan . (3) Wasit I mengakhiri dengan menunjukkan regu yang mendapat giliran service.
Posisi Wasit
  • Wasit I melakukan tugasnya sambil duduk atau berdiri di atas kursi wasit yang ditempatkan di salah satu ujung net. Pandangannya kira-kira 50 cm, di atas garis horizontal pinggir atas net.
  • Wasit II menjalankan tugas sambil berdiri di sisi lain berseberangan serta menghadap wasir II ketika suatu regu melakukan service, dia harus berdiri di sepanjang daerah regu penerima service. Setelah itudia boleh pindah ke depan meja pencatat.
Kekuasaan Wasit I
  • Memimpin pertandingan dari awal hingga berakhirnya permainan. Dia mempunyai kekuasaan terhadap seluruh pembantunya, serta terhadap kedua regu yang bertanding.
  • Memiliki kekuasaan dalam upaya kelancaran permainan, termasuk upaya untuk tidak tercantum dalam peraturan.
  • Selama pertandingan semua keputusan berdasarkan pada peraturan adalah mutlak dan dia mempunyai wewenang untuk membatalkan keputusan petugas lain, jika menurut pendapatnya mereka itu kurang tepat pertimbangannya. Wasit dapat mengganti salah seorang petugas seandainya tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
  • Satu-satunya yang mempunyai wewenang untuk menentukan baik buruknya suatu lapangan permainan, sebelum pertandingan atau sewaktu permainan itu berlangsung.
  • Sebelum atau sewaktu permainan berlangsung wasit I dan wasit II harus mengawasi bola, apakah bola tersebut benar-benar telah memenuhi persyaratan. Sebuah bola yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan atau bola tadi menjadi basah atau licin harus segera diganti.
perwasitan dalam bola voli
sumber: fivb.org
Tanggung Jawab Wasit

Sebelum Pertandingan

  • Memeriksa keadaan lapangan permainan dan perlengkapan pertandingan.
  • Melakukan undian untuk menentukan hak service pertama dan penempatan lapangan.
  • Mengawasi pemanasan kedua regu.

Selama Pertandingan Berlangsung

  • Mempunyai kekuasaan untuk memberikan wewenang dalam menentukan kesalahan pukulan service, posisi regu yang melakukan giliran service, pentabiran, sentuhan pada jalan bola service, kesalahan menyentuh bola. Kesalahan di atas neta beserta pita horizontal dan kesalahan simultan/bersamaan.
  • Wasit I tidak boleh membiarkan suatu perdebatan atas pengajuan kapten, dia harus dapat menjelaskan penafsiran sera penerapan peraturan.
  • Jika kapten tidak sepaham dalam penafsirannya itu, dia memintakan agar hal tersebut dicatat pada lembar skor, wasit I harus memberi izin untuk pencatatan proses tersebut di akhir pertandingan.

Sesudah Pertandingan

Wasit mengesahkan skor dengan menandatangani daftar skor dan cepat menuju ke ruang wasit.

Perwasitan dalam bola voli berhasil karena adanya kerjasama antara wasit I, wasit II, dan hakim garis, sehingga jalannya pertandingan menjadi lancar dengan izin Allah.

Tugas Wasit II

Wasit II merupakan pembantu bagi wasit I dan dapat menggantikan, mewakili, dan menjalankan tugas wasit I pada keadaan memaksa. Berikut ini tugas khusus wasit II.

  • Mengawasi posisi pemain selama permainan berlangsung, begitu pula pada waktu perpindah tempat set penentuan.
  • Mengawasi tindak tanduk anggota masing-masing regu yang duduk di bangku cadangan dan bila ternyata ada salah sikap dia harus melaporkannya kepada wasit I.
  • Selama pertandingan berlangsung dia harus mencegah kemungkinan adanya pemain cadangan yang melakukan pemanasan di luar area pertandingan.
  • Mengawasi jumlah time out dan pergantian yang telah dilakukan oleh masing-masing regu dan melaporkan data tersebut kepada wasit I dan pelatih yang bersangkutan pada saat terjadi penghentian.
  • Menolak pengajuan penghentian yang tidak layak, mengabulkan permohonan yang sah, dan mengawasi jangka waktu pelaksanaannya.
  • Dapat menunjukkan kesalahan lain tanpa meniup peluit walau bukan daerah tanggungannya, tetapi dia tidak boleh menekan wasit I.
  • Menetapkan perlu atau tidaknya mengeringkan permukaan lantai permainan yang dianggap basah atau licin.
Hakim Garis (Linesman)

Hakim garis bertanggung jawab memberikan isyarat mengenai kesalahan yang menjadi wewenangnya. Berikut ini posisi hakim garis.

  • Jika menggunakan empat orang hakim garis, mereka berdiri di daerah bebas pada jarak kira-kira 1-3 m dari tiap sudut lapangan, menghadap perpanjangan garis imajiner yang harus diawasinya.
  • Jika menggunakan dua hakim garis, mereka harus berdiri di sudut yang bersebrangan atau diagonal pada sudut agar dapat mengawasi garis belakang dan garis samping yang terdekat padanya.

Demikianlah penbahasan tentang “Perwasitan dalam Bola Voli“. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak.

Salam dari: kangtoha

Sumber materi: Modul Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Untuk SMA/SMK/MA Kelas XII Semester 1, (Solo: CV. Mandiri Sukses Sejahtera,_)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *