Tata Cara Memperoleh Kepemilikan yang Syah

Diposting pada
Tata Cara Memperoleh Kepemilikan yang Syah

Dalam agama Islam menikmati segala sesuatu itu hukumnya boleh sampai ada yang melarangnya. Ada beberapa cara yang sah dalam kepemilikan, berikut tata cara memperoleh kepemilikan yang syah, antara lain:

Ihrazul Mubahat

Pengertian ihrazul mubahat (barang bekas), makdunya adalah boleh seseorang memiliki harta yang tidak bertuan (belum dimiliki oleh seseorang atau kelompok).

Syarat untuk terpenuhinya ihrazul mubahat adalah sebagai berikut:

  • Benda atau harta yang ditentukan itu belum ada yang memilikinya.
  • Benda atau harta yang ditemukan itu memang dilaksanakan untuk demikiannya.

Contohnya: burung yang menyasar dan masuk ke rumah.

tata cara memperoleh kepemilikan yang syah

Khalafiyah

Pengertian khalafiyah adalah bertempatnya seseorang atau sesuatu yang baru, ditempat yang lama yang sudah tidak ada dalam berbagai macam hak.

Macam-macam khalafiyah:

  • Khalafiyah syakhsyun ‘an syakhsyin (seseorang terhadap seseorang). Adalah kepemilikan suatu harta yang ditinggalkan oleh pewarisnya, sebatas memiliki harta bukan mewarisi hutang si pewaris.
  • Khalafiyah syai’fun ‘an syai’in (sesuatu terhadapat sesuatu). Adalah kewajiban seseorang untuk mengganti harta/barang milik orang lain yang dipinjam karena rusak atau hilang sesuai harga dari barang tersebut.
Ihyaul Mawat

Pengertian ihyaul mawat ialah upaya untuk membuka lahan baru atas tanah yang belum ada pemiliknya. Misalnya, membuka hutan untuk lahan pertanian, menghidupkan lahan tandus menjadi produktif yang berasal dari rawa-rawa yang tidak produktif atau tanah tandus lainnya agar menjadi produktif.

Menghidupkan ihyaul mawat hukumnya boleh (mubah) berdasarkan hadits Rasulullah SAW, sebagai berikut:

Artinya: ” Barang siapa yang menghidupkan tanah mati, maka tanah itu menjadi haknya, orang yang mengalirkan air dengan dzalim tidak mempunyai haknya.” (H.R. Abu Daud, An-Nasai’ dan Tirmidzi).

Syarat membuka lahan baru:

  • Boleh yang dibuka itu cukup hanya keperluannya saja, apabila lebih orang lain boleh mengambil sisanya.
  • Ada kesanggupan dan cukup alat untuk meneruskannya, bukan semata-mata sekedar untuk menguasai tanahnya saja.

Hikmah ihaul mawat:

  • Mendorong manusia untuk bekerja keras dalam mencari rezeki.
  • Munculnya rasa kemandirian dan percaya diri bahwa di dalam jagad raya ini terdapat potensi alam yang dapat dikembangkan untuk kemaslahatan hidup.
  • Termanfaatkannya potensi alam sebagai manifestasi rasa syukur kepada Allah atas kemampuan manusia di bidang IPTEK.

Materi tata cara memperoleh kepemilikan yang syah bersumber dari:

MGMP Jateng dan DIY, FIQIH, Untuk Madrasah Aliyah, Semester 2 Kelas X

Demikianlah Tata Cara Memperoleh Kepemilikan yang Syah yang dapat serba makalah sajikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak dan mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *