Apa itu Tindak Pidana Korupsi

Diposting pada

Sebelum menguraikan mengenai pengertian korupsi, kita harus tahu dulu apa itu tindak pidana korupsi. Pembentuk undang undang kita menggunakan istilah straafbaarfeit untuk menyebutkan isilah tindak pidana, tetapi tidak memberikan penjelasan secara rinci mengenai straafbaarfeit tersebut. Dalam bahasa belanda straafbaarfeit artinya sebagai dari kenyataan yang dapat dihukum. Sementara menurut Simons straafbaarfeit adalah “tindakan melanggar hukum yang telah dilakukan dengan sengaja ataupun tidak dengan sengaja oleh seseorang yang dapat dipertanggungjawabkan atas tindakannya dan oleh undang undang telah dinyatakan sebagai tindakan yang dapat dihukum.


Dalam tindak pidana terdapat beberapa unsur, subjektif dan objektif. Unsur subjektif secara umum yakni adanya unsur kesengajaan atau kelalaian. Sedangkan unsur objektif meliputi sifat melawan hukum. Pada mulanya jenis tindak pidana ada dua yakni kejahatan dan pelanggaran, pembedaan antara kejahatan dan pelanggaran merupakan pembedaan yang prinsipil kualitatif, tetapi pandangan itu sekarang bergeser menjadi pembedaan secara kuantitatif. Jadi, hanya soal berat ringannya pidana.
Secara harfiah korupsi merupakan sasuatu yang busuk, jahat, dan merusak. Jika membicarakan tentang korupsi memang akan menemukan kenyataan semacam itu karena korupsi menyangkut segi segi moral, sifat dan keadaan yang busuk, busuk jabatan dalam instansi atau aparatur pemerintahan, penyelewengan kekuasaan dalam jabatan karena pemberian, faktor ekonomi dan politik, serta penempatan keluarga atau golongan ke dalam kedinasan di bawah kekuasaan jabatannya. Dapat ditarik kesimpulan bahwa korupsi mempunyai arti yang sangat luas.

1). Korupsi, penyelewengan atau penggelapan untuk kepentingan pribadi dan orang lain.

2). Korupsi, busuk, rusak, suka memakai barang atau uang yang dipercayakan kepadanya, dapat disogok.

Adapun menurut Subekti dan Tjitrosoedibio dalam Kamus Hukum, yang dimaksud curruptie adalah korupsi ; perbuatan curang ; tindak pidana yang merugikan keuangan negara. Korupsi bukan hanya masalah uang, janganlah terpaku memahami korupsi menyangkut masalah keuangan. Seakan itulah biang kehancuran. Secara formal benar. Sebab itu, sengaja diciptakan undang undang tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU no. 3 tahun 1971) dengan 37 pasal. Di antara pasal yang menentukan menyangkut tindak pidana korupsi. itu, terinci pada pasal 1 :

a. Barangsiapa dengan melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu badan, yang secara langsung dapat merugikan keuangan negara dan atau perekonomian negara, atau diketahui atau patut disangka bahwa perbuatan tersebut merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;
b. Barangsiapa dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu badan, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan, yang secara langsung atau tidak langsung dapat merugikan keuangan negara dan atau perekonomian negara;
c. Barangsiapa yang melakukan kejahatan terancam dan tercantum dalam pasal 209, 210, 487, 388, 415, 416, 417, 418, 419, 420, 423, 425, dan 435 KUHP;
d. Barangsiapa memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri seperti dimaksud dalam pasal 2 dengan mengingat sesuatu atau sesuatu wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukan itu;
e. Barangsiapa dengan tanpa alasan yang wajar, dalam waktu sesingkat singkatnya menerima atau janji yang diberikan kepadanya, seperti yang disebutdalam pasal 418, 419, dan 420 KUHP dan pasal 1 ayat (1) sub d pasal ini tidak melaporkan pemberian atau janji tersebut kepada yang berwajib;
Sedang ketentuan pidana diatur dalam pasal 28 bagi si “koruptor, serta bagi pihak lain yang tidak membantu pelaksanaan tindak pembantuan korupsi disiapkan pasal 29, dan pasal 30, pasal 31, pasal 32. Masih dianggap perlu kecuali pada badan bagi si pelaku, juga tentang harta kekayaan yang diperoleh secara haram, sampai yang bukan miliknya pun dimungkinkan.
Sifat korupsi ada dua motif yakni : pertama bermotif terselubung. Yaitu korupsi secara sepintas kelihatanya bermotif politik, tetapi secara tersembunyi sesungguhnya ber,otif mendapatkan uang semata. Kedua bermotif ganda, yaitu seseorang melakukan korupsi secara lahiriah kelihatanya hanya bermotifkan mendapat uang, tetapi sesungguhnya bermotif lain, yakni kepentingan umum.
Korupsi mempunyai beberapa ciri ciri diantaranya : senantiasa melibatkan lebih dari satu orang, dilakukan secara rahasia, melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik, menyelubungi perbuatanya dengan berlindung di balik pembenaran hukum, mengandung penipuan, merupakan bentuk pengkhianatan kekuasaan.

Demikianlah uraian singkat tentang apa itu tindak pidana korupsi, sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *