Karya Karya Jalaluddin Rumi dalam Bentuk Puisi dan Prosa

Diposting pada
Karya Karya Jalaluddin Rumi

Karya Karya Jalaluddin Rumi – Pada kesempatan kali ini serba makalah akan menyajikan karya karya Jalaluddin Rumi yang terkenal. Berikut penjelasannya.

Sebagai penyair atau sastrawan Rumi melahirkan karya yang tidak sedikit. A.J.Arberry sebelum menulis bukunya Classical Persian Literature (1958) telah meneliti karya karya Jalaluddin Rumi dalam banyak naskah di berbagai tempat. Dia mendapatkan bahwa Rumi telah menulis tidak kurang dari 34.662 bait syair dalam bentuk ghazal (sajak-sajak cinta mistikal), ruba’i (sajak-sajak empat baris dengan pola rima teratur AABA yang sangat populer dalam sastra Persia dan masnawi, karangan bersajak seperti prosa berirama dalam sastra Melayu. Kecuali dia juga menulis karangan prosa termasuk rasa’il (wacana ilmiah) dan khitabah (khotbah). Karangan puisi dan prosa dikumpulkan beberapa bunga rampai sebagai berikut:

Karya Karya Jalaluddin Rumi

Divan-Syamsi-i-Tabriz

Divan adalah semacam sajak-sajak pilihan seperti qasidah dalam sastra Arab. Dalam sastra sufi dan keagamaan yang dipuji ialah sifat, kepribadian, akhlaq dan ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang tokoh. Dalam bunga rampainya ini Rumi mulai mengungkapkan pengalaman dan gagasannya tentang cinta transendental yang dialihkan di jalan tasawuf. Kitab ini terdiri dari 36.000 bait puisi yang indah, sebagian besar ditulis dalam bentuk ghazal.

Masnawi-Ma’nawi

Artinya karangan bersajak tentang makna-makna rahasia terdalam ajaran agama. Ini merupakan karya Rumi yang terbesar, tebalnya sekitar 2000 halaman dibagi menjadi enam jilid. Kitab ini juga disebut Husami-nama (Kitab Husam). Apabila Divan-i-Syamsi Tabriz diilhami oleh gurunya Syamsi Tabriz. Masnawi ditulis untuk memenuhi permintaan Husamuddin, salah seorang murid dan sekaligus sahabat Rumi yang terkemuka. Husamuddin memohon agar Rumi bersedia memaparkan rahasia-rahasia ilmu tasawuf dalam bentuk karya sastra seperti Hadiqah al-Haqiqah karya Syekh Sana’i dan Mantiq al-Tayr karya Fariduddin al-‘Attar. Rumi memenuhi permohonan itu. Kitab ini selesai dikerjakan setelah 12 Tahun sejak diturunkan oleh Rumi kepada Husamuddin. Afzal Iqbal dalam bukunya Life and Works of Rumi (1956) menyebutkan buku ini terdiri dari 25.000 bait prosa lirik, sedangkan Encyclopeadia Britanica (vol.XIX.1952) menyebutkan terdiri dari 40.000 bait. Abdul Rahman al-Jami, sufi Persia abad ke-15 M, menyatakan bahwa Masnawi merupakan tafsir al-Qur’an yang indah dalam bahasa Persia (Hast Qur’an darzaban-i-Phlavi). Yang dimaksud tafsir oleh Jami ialah ta’wil atau tafsir keruhanian terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang ditulis dalam bentuk karangan bersajak yang indah. Buku ini diangap sebagai karya sufi terbesar sepanjang zaman. Nilai didaktik dan sastranya mengangumkan. Setiap jilid memuat pendahuluan dalam bahasa Arab, dan selanjutnya penulisnya mengunakan bahasa Persia. Rumi menguraikan dalam bukunya itu keluasan dari lautan semangat keruhanian dan perjalanan manusia dari dunia menuju kebenaran hakiki.

Ruba’iyat

Walaupun tidak terkenal seperti Divan dan Masnawi, namun sejak-sajak dalam antologi ini tidak kurang indah dan agungnya dari sajak Rumi yang lain. Bunga rampai ini terdiri dari 3.318 bait puisi. Melalui kitabnya ini Rumi memperlihatkan dirinya sebagai salah seorang penyair lirik yang agung bukan saja dalam sejarah sastra Persia, namun juga dalam sejarah sastra dunia.

Fihi Ma Fihi

(Di Dalam Ada Seperti yang di Dalam). Kumpulan percakapan umi dengan sahabat-sahabat dan murid-muridnya. Buku ini membicarakan terutama sekali persoalan-persoalan berkenaan dengan masalah sosial dan keagamaan yang ditanyakan oleh murid-muridnya. Ia sekaligus merupakan bukti bahwa seorang sufi seperti Rumi juga giat membicarakan persoalan sosial dan keagamaan yang hangat pada zamannya.

Makatib

Kumpulan surat-surat Rumi kepada sahabat-sahabat dekatnya, khususnya Syalahuddin Zarkub dan seorang menantu perempuannya. Dalam buku ini Rumi mengungkapkan kehidupan ruhaninya sebagai penempuh ilmu suluk. Di dalamnya juga dimuat nasihat-nasihat Rumi kepada murid-muridnya berkenaan persoalan-persoalan amali (praktis) dalam ilmu tasawuf.

Majalis-i-Sab’ah

Himpunan khutbah-khutbah Rumi di berbagai masjid dan majlis-majlis keagamaan.

Materi karya karya Jalaluddin Rumi dirangkum dari sebuah buku “Masnawi (Senandung Cinta Abadi Jalaluddin Rumi), diterjemahkan oleh: Abdul Hadi W.M. Yogyakarta: Rausyan Fikr Institute, 2013“.

Demikianlah pembahasan mengenai karya karya Jalaluddin Rumi yang dapat serba makalah sajikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak dan mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *