Kegiatan Manusia yang Mempengaruhi Keseimbangan Ekosistem

Diposting pada

serba-makalah pada kesempatan kali ini akan menyajikan:

Kegiatan Manusia yang Mempengaruhi Keseimbangan Ekosistem

Ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara komponen hidup dan tidak hidup. Apabila salah satu komponen tidak ada, maka keseimbangan ekosistem akan terganggu. Kebanyakan dari ketidak seimbanganya ekosistem adalah manusia, manusia bisa dibilang penyebab gangguan ekosistem terbesar. Ekosistem terganggu karena kegiatan manusia yang bersifat merusak. Berikut akan dijabarkan kegiatan manusia yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem:

  1. Perpindahan Penduduk

    Perpindahan penduduk menyebabkan daerah yang didatangi menjadi sangat pada, misalnya perpindahan penduduk dari kota kota besar. Makin pada jumlah penduduk, makin luas permukaan yang dibutuhkan. Hal ini akan memicu adanya perkampungan kumuh.

  2. Penebangan dan Pembakaran Hutan

    Penebangan dan pembakaran hutan yang tidak terkendali merupakan salah satu ulah manusia yang sagat merugikan. Pada hutan yang gundul akibat penebangan liar, jika sewaktu waktu terjadi hujan maka tidak ada akar akar tumbuhan yang menahan jatuhnya air hujan dan menahan aliran air hujan di tanah. Akibatnya lapisan tanah atas yang banyak mengandung humus dan subur akan terbawa aliran air sehingga daerah tersebut dapat berubah menjadi tandus. selain itu apabila tanahnya miring dapat menyebabkan longsor. Tanah yang jenuh dan air yang bercampur lumpur dapat menyebabkan banjir bandang.

  3. Penggunaan Pupuk dan Peptisida secara Berlebihan

    Pupuk atau peptisida digunakan oleh petani agar tanamannya tumbuh dengan baik. Pupuk ditambahkan pada tanaman untuk menyediakan mineral mineral yang diperlukan oleh tanaman. Pestisida dipergunakan untuk membunuh hama dan penyakit yang merusak tanaman. Pupuk anorganis dan pestisida merupakan bahan kimia yang diproduksi oleh pabrik. Penggunaan yang berlebihan dari zat tersebut dapat membahayakan makhluk hidup. Misalnya saja pupuk anorganis dan pestisida yang diberikan pada tanaman dapat juga terbawa oleh air hujan ke sungai. Di sungai, zat zat kimia ini dapat membunuh segala jenis kehidupan di air.

  4. Perburuan Liar

    Manusia senang memburu hewan hewan di hutan, baik untuk diambil kulit, daging, atau hanya untuk olahraga saja. Perburuan tersebut dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem.

  5. Perusakan Terumbu Karang

    Terumbu karang merupakan komponen utama penyusun ekosistem laut. Terumbu karang terbentuk dari kumpulan kerangka bunga karang yang telah mati. Terumbu karang merupakan tempat tinggal dari banyak hewan laut. Banyak orang yang mengambil terumbu karang untuk diperjualbelikan. Selain itu, untuk mencari ikan banyak menggunakan bahan peledak yang dapat merusak terumbu karang. Tindakan tersebut menyebabkan hilangnya tempat tinggal berbagai hewan laut dan merusak keseimbangan ekosistem.

  6. Kegiatan Industri

    Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia akan memproduksi barang barang yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Akibatnya, banyak didirikan pabrik. Selain menghasilkan barang yang berguna, pabrik juga menghasilkan bahan tidak berguna atau disebut limbah. Limah akan dibuang ke lingkungan. Limbah yang tidak diolah dapat mencemari lingkungan dan membahayakan makhluk hidup.

  7. Penangkapan Ikan tanpa Terkendali

    Cara cara penagkapan ikan yang dapat merusak ekosistem laut antara lain: dengan penggunaan dinamit dan pukat harimau, penggunaan jaring bermata kecil, dan penangkapan ikan saat musim kawin.

Demikianlah kegiatan manusia yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem, sekian dan terimakasih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *