Kewenangan dan Kekuasaan Peradilan Agama

Diposting pada

Kewenangan dan Kekuasaan Peradilan Agama

Pada kesempatan kali ini serba-makalah akan membahas tentang kewenangan dan kekuasaan peradilan agama, berikut penjelasannya.

Dalam bab III pasal 49 s/d 53 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dijelaskan tentang kewenangan dan kekuasaan mengadili yang menjadi bagian tugas Peradilan Agama. Dalam Pasal 49 ditentukan bahwa Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutuskan dan menyelesaikan perkara-perkara ditingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang perkawinan, kewarisan, wasiat, dan hibah yang dilakukan berdasarkan hukum Islam, serta wakaf dan shadaqoh. Sedangkan Pengadilan Tinggi Agama berwenang dan bertugas mengadili perkara-perkara yang menjadi wewenang, dan tugas Pengadilan Agama dalam tingkat banding, juga menyelesaikan sengketa yurisdiksi antara Pengadilan Agama.

kewenangan dan kekuasaan peradilan agama

Bidang perkawinan yang menjadi kewenangan dan kekuasaan Pengadilan Agama adalah hal-hal yang diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yaitu:

  1. Izin beristeri lebih dari seorang (pasal 3 ayat 2)
  2. Izin melangsungkan perkawinan bagi orang yang belum berusia 21 tahun, dalam hal orang tua atau wali keluarga dalam garis lurus ada perbedaan pendapat (pasal 6 ayat 5)
  3. Dispensasi kawin (pasal 7 ayat 2)
  4. Pencegahan perkawinan (pasal 17 ayat 1)
  5. Penolakan perkawinan oleh PPN (pasal 21 ayat 3)
  6. Gugatan kelalaian atas kewajiban suami atau isteri (pasal 34 ayat 3)
  7. Perceraian karena talak (pasal 39)
  8. Gugatan perceraian (pasal 40 ayat 1)
  9. Penyelesaian harta bersama (pasal 37)
  10. Ibu dapat memikul biaya penghidupan anak bila bapak yang seharusnya bertanggungjawab tidak memenuhinya (pasal 41 sub b)
  11. Penentuan kewajiban memberi biaya penghidupan oleh suami kepada bekas isteri atau penentuan suatu kewajiban bagi bekas isteri (pasal 41 sub c)
  12. Putusan tentang sah atau tidaknya seorang anak (pasal 44 ayat 2)
  13. Putusan tentang pencabutan kekuasaan orang tua (pasal 49 ayat 1)
  14. Penunjukan kekuasaan wali (pasal 53 ayat 2)
  15. Penunjukan orang lain sebagai wali oleh Pengadilan Agama dalam hal kekuasaan seorang wali dicabut (pasal 53 ayat 2)
  16. Menunjuk seorang wali dalam hal seorang anak yang belum cukup umur 18 tahun yang ditinggal kedua orang tuanya, padahal tidak ada penunjukan wali oleh orang tuanya.
  17. Pembebanan kewajiban ganti kerugian terhadap wali yang telah menyebabkan kerugian atas anak yang ada di bawah kekuasaannya (pasal 54)
  18. Penetapan asal usul anak (pasal 55 ayat 2)
  19. Putusan tentang hal penolakan pemberian keterangan untuk melakukan perkawinan campur (pasal 60 ayat 3)
  20. Pernyataan tentang sahnya perkawinan yang terjadi sebelum Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan dijalankan menurut peraturan lain (pasal 64)

Bidang kewarisan yang menjadi tugas dan wewenang Pengadilan Agama disebutkan dalam pasal 49 ayat (3) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagai berikut:

  1. Penentuan siapa-siapa yang menjadi ahli waris;
  2. Penentuan mengenai harta peninggalan;
  3. Penentuan masing-masing ahli waris;
  4. Melaksanakan pembagian harta peninggalan tersebut;

Dalam penjelasan umum Undang-undang ini dijelaskan bilamana pewarisan itu dilakukan berdasarkan hukum Islam, maka penyelesaiannya dilaksanakan oleh Pengadilan Agama. Selanjutnya dikemukakan pula bahwa kewarisan Islam tersebut dilaksanakan dalam rangka mewujudkan keseragaman kekuasaan Pengadilan Agama diseluruh wilayah nusantara, yang selama ini berbeda satu sama lain karena dasar hukumnya berbeda.

Demikianlah pembahasan tentang kewenangan dan kekuasaan peradilan agama. Apabila ada kekurangan kami mohon maaf, sekian dan terimakasih banyak.

Nb: sumber: Drs.H.Abdul Manan, S.H., S.IP., M.Hum, Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama, (Jakarta: Yayasan Al-Hikmah, 2000), hlm.8-9

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *