KUHD Pasal 181, Pasal 182, Pasal 183, Pasal 184, Pasal 185

Diposting pada
KUHD Pasal 181, Pasal 182, Pasal 183, Pasal 184, Pasal 185

Pada kesempatan kali ini serba makalah akan menyajikan KUHD Pasal 181, Pasal 182, Pasal 183, Pasal 184, Pasal 185. Masing masing pasal akan dijabarkan dalam pembahasan di bawah ini. Berikut bunyi masing masing pasal KUHD baik itu KUHD Pasal 181, Pasal 182, Pasal 183, Pasal 184, Pasal 185.

KUHD adalah singkatan dari Kitab Undang Undang Hukum Dagang, termasuk salah satu doktrin yang mengatur tentang hukum, khususnya hukum dagang.

KUHD Pasal 181, Pasal 182, Pasal 183, Pasal 184, Pasal 185

Pasal 181

Cek tidak dapat diakseptasi. Suatu pernyataan akseptasi yang dibuat pada cek itu dianggap tidak ditulis. (KUHD 120 dst.)

Pasal 182

Cek dapat ditetapkan untuk dibayarkan:

− kepada orang yang namanya disebut dengan atau tanpa Klausula tegas: “kepada tertunjuk”; (KUHD 1830, 191.)

− kepada orang yang namanya disebut dengan klausula: “tidak kepada tertunjuk”, atau Klausula semacam itu;

− atas-tunjuk.

Cek yang ditetapkan harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut, dengan menyatakan: “atau atas-tunjuk”, atau istilah semacam itu berlaku sebagai cek atas-tunjuk.

Cek tanpa pernyataan tentang penerimaannya berlaku sebagai cek atas-tunjuk.

Pasal 183

Cek dapat berbunyi kepada yang ditunjuk oleh penarik.

Cek dapat ditarik atas beban pihak ketiga. Penarik dianggap menarik atas bebannya sendiri bila dari cek itu atau dari Surat pemberitahuannya tidak ternyata atas beban siapa hal itu dilakukan.

Cek dapat ditarik pada penariknya sendiri. (KUHD 102.)

Pasal 183a

Bila penarik memuat dalam cek pernyataan: “nilai untuk diinkaso”, “untuk inkaso”, “diamanatkan”, atau pernyataan lain yang membawa arti amanat belaka untuk memungut, penerima dapat melakukan semua hak yang timbul dari cek itu, akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkannya, selain dengan cara mengamanatkannya.

Dalam cek demikian para debitur cek hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya, seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap penarik.

Amanat yang dimuat dalam cek-inkaso tidak berakhir karena meninggalnya pemberi amanat atau karena pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum. (KUHPerd. 1792 dst., 1813; KUHD 102a, 117 , 200, 210, 221.)

Pasal 184

Klausula bunga yang dimuat dalam cek dianggap tidak ditulis. (KUHD104.)

Pasal 185

Cek dapat ditentukan bahwa dapat dibayar di tempat tinggal pihak ketiga, baik di tempat tinggal tertarik, ataupun di tempat lain. (KUHPerd. 17 dst., 24; KUHD 103.)

Demikianlah KUHD Pasal 181, Pasal 182, Pasal 183, Pasal 184, Pasal 185 yang dapat serba makalah sajikan. Semoga dapat bermanfaat. Terimakasih banyak dan mohon maaf.

Sumber KUHD Pasal 181, Pasal 182, Pasal 183, Pasal 184, Pasal 185: KUHD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *