KUHD Pasal 191, Pasal 192, Pasal 193, Pasal 194, Pasal 195

Diposting pada
KUHD Pasal 191, Pasal 192, Pasal 193, Pasal 194, Pasal 195

Pada kesempatan kali ini serba makalah akan menyajikan KUHD Pasal 191, Pasal 192, Pasal 193, Pasal 194, Pasal 195. Masing masing pasal akan dijabarkan dalam pembahasan di bawah ini. Berikut bunyi masing masing pasal KUHD baik itu KUHD Pasal 191, Pasal 192, Pasal 193, Pasal 194, Pasal 195.

KUHD adalah singkatan dari Kitab Undang Undang Hukum Dagang, termasuk salah satu doktrin yang mengatur tentang hukum, khususnya hukum dagang.

KUHD Pasal 191, Pasal 192, Pasal 193, Pasal 194, Pasal 195

Bagian 2

Pengalihan

Pasal 191

Cek yang ditetapkan agar harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut dengan atau tanpa Klausula yang tegas “kepada tertunjuk”, dapat dialihkan dengan jalan endosemen.

Cek yang ditetapkan agar harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut dengan klausula: “tidak kepada tertunjuk”, atau Klausula semacam itu, hanya dapat dialihkan dalam bentuk sesi biasa beserta akibatnya. Endosemen yang ditempatkan pada cek demikian berlaku sebagai sesi biasa. (KUHPerd. 613.)

Endosemen itu bahkan dapat ditetapkan untuk keuntungan penarik atau setiap debitur cek lainnya. Orang ini dapat mengendosemenkan lagi cek itu. (KUHD 110 dst., 192 dst.)

Pasal 192

Endosemen harus tidak bersyarat. Setiap syarat yang dimuat di dalamnya dianggap tidak ditulis.

Endosemen untuk sebagian adalah batal.

Demikian juga endosemen dari tertarik adalah batal.

Endosemen atas-tunjuk berlaku sebagai endosemen blangko.

Endosemen kepada tertarik hanya berlaku sebagai pemberian pernyataan lunas, kecuali bila tertarik mempunyai beberapa kantor dan bila endosemen itu ditetapkan untuk keuntungan kantor lain daripada kantor yang atasnya cek itu ditarik. (KUHD 193.)

Pasal 193

Endosemen harus dibuat di atas cek atau pada lembaran yang dilekatkan padanya (lembaran sambungan).

Hal itu harus ditandatangani oleh endosan.

Endosemen itu dapat membiarkan pihak yang diendosemenkan tidak disebut, atau endosemen itu hanya terdiri dari tanda tangan endosan (endosemen blangko). Dalam hal terakhir, agar dapat berlaku sah, endosemen itu harus dibuat di halaman belakang cek itu atau pada lembaran sambungannya. (KUHD 112, 2033.)

Pasal 194

Dengan endosemen itu dipindahkan semua hak yang bersumber pada cek itu. Bila endosemennya itu dalam blangko, pemegangnya dapat:

1. mengisi blangko itu baik dengan namanya sendiri ataupun dengan nama orang lain;

2. mengendosemenkan lagi cek itu dalam blangko atau kepada orang lain;

3. menyerahkan cek itu kepada orang ketiga tanpa mengisi blangkonya dan tanpa mengendosemenkannya. (KUHPerd. 612; KUHD 113.)

Pasal 195

Kecuali bila dipersyaratkan lain, maka endosan menjamin pembayarannya. (Rv. 2992, 581-1 sub 11.)

Ia dapat melarang endosemen baru; dalam hal itu ia tidak menjamin pembayarannya terhadap mereka kepada siapa cek itu diendosemenkan kemudian. (KUHD 114.)

Demikianlah KUHD Pasal 191, Pasal 192, Pasal 193, Pasal 194, Pasal 195 yang dapat serba makalah sajikan. Semoga dapat bermanfaat. Terimakasih banyak dan mohon maaf.

Sumber KUHD Pasal 191, Pasal 192, Pasal 193, Pasal 194, Pasal 195: KUHD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *