Kultum Singkat Memaknai Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Diposting pada

Kultum Singkat Memaknai Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Kultum Singkat Memaknai Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW – “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingknya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi maha mengetahui.”(Q.S. Al Isra’ 1)

Pendahuluan

Nabi kita Muhammad SAW yang lahir pada 20 April 571 M dalam hidupnya paling tidak mengalami tiga peristiwa besar, yakni:

  1. Beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul Allah ketika berusia 40 tahun, tepatnya pada 10 Agustus 610 M yang ditandai dengan penerimaan wahyu pertama di Goa Hira, di puncak Jabal Nur Makkah.
  2. Malam 27 Rajab setahun sebelum Hijrah atau tahun ke 12 Kenabian, beliau di Isra’ Mi’rajkan.
  3. Malam Senin tgl 1 Rabi’ul Awwal tahun Pertama H, atau 16 September 622, beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah.
Kultum Singkat Memaknai Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW
sumber: pixabay.com

Di sini kami tidak akan mengupas ketiga peristiwa besar itu, melainkan hanya akan menyampaikan seputar peristiwa di Isra’ dan Mi’rajnnya Nabi Muhammad SAW. Untuk mengetahui seputar Isra’ Mi’raj baca artikel dari wikipedia.org di “sini“.

Allah Mengisra’ Mi’rajkan Nabi SAW di Malam 27 Rajab

Bagi ummat Islam, malam Isra’ Mi’raj adalah malam yang amat bersejarah, di mana di malam itu, yakni malam 27 Rajab satu tahun menjelang Rasul hijrah ke Madinah, Allah SWT memperjalankan hamba-Nya yakni Nabi Muhammad SAW dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa, diteruskan naik ke Sidratil Muntaha melalui 7 lapis langit, bahkan sampai ke Mustawa hanya dalam waktu kurang dari satu malam.

Di sini tidak kami sampaikan kronologi kejadiannya, namun akan kami sampaikan hal-hal penting yang seharusnya menjadi bahan renungan dan i’tibar, kajian, bahkan suri tauladan.

  • Peristiwa Isra’ Mi’raj Media Penyampaian Perintah Shalat 5 Waktu

Ini menendakan, bahwa ibadah shalat lima waktu adalah yang paling penting di antara yang penting. Buktinya, perintah shalat lima waktu tidak disampaikan oleh Allah kepada Rasul-Nya melalui Malaikat Jibril seperti halnya perintah-perintah lainnya, melainkan Muhammad SAW yang dipanggil langsung untuk menghadap kepada Allah SWT di Mustawa guna menerima perintah shalat itu.

Bukti lainnya, shalat 5 waktulah yang akan dihisab terlebih dahulu di hari qiamat kelak. Di samping itu, shalat dijadikan amalan pokok bagi amal-amal lainnya, dalam arti seseorang itu amal kebaikannya akan diterima jika kuajiban shalatnya yang lima waktu dilaksanakan dengan benar. Rasulullah SAW telah bersabda:

“Yang pertama kali akan dihisab kelak di hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya benar, diterima segala amal kebaikanya, dan jia shalat-nya rusak, ditolak seluruh amal perbuatanya”. (H.R. Ath Thabrani).

  • Peristiwa Isra’ Mi’raj Dijadikan Ujian Bagi Iman Seseorang

Ini sesuai dengan yang difirmankan Allah dalam Al Quran surat Al Isra’ 60 yang menyebutkan:

“…dan kami tidak menjadikan penglihatan yang telah Kami perlihatkan kepedamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia…”

Satu contoh, begitu peristiwa itu terjadi, paginya langsung disampaikan kepada orang-orang Makkah yang sudah dikumpulkan oleh Abu Jahal, baik yang sudah memeluk Islam maupun kaum Musyrikin Quraisy. Begitu disampaikan, mereka bengong, karena menerima informasi yang sulit dinalar. Hati mereka tidak bisa menerima. Mana mungkin ada orang yang bisa menempuh perjalanan demikian jauhnya hanya membutuhkan waktu kurang dari semalam! Mana mungkin ada orang dibedah dada dan perutnya bisa tetap hidup! Mana mungkin ada orang bisa menjalajah ruang angkasa naik ke langit bahkan hingga tujuh langit! Mana mungkin seorang Muhammad bisa bertemu denga para Nabi yang sudah wafat ribuan tahun lalu! Ini benar-benar menguji keimanan mereka yang baru saja masuk Islam saat itu.

Sudah tidak masuk akal, Abu Jahal juga ikut memanas-manasi mereka, sehingga orang yang sudah pada masuk Islam, setelah mendengar penuturan Rasul tentang apa yang dialami dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, hampir-hampir mereka kembali kafir, kalau saja Abu Bakar tidak bisa memberi argumentasi yang jitu.

Saai itu Abu Bakar menyampaikanpertanyaan kepada segenap hadirin, “adakah kalian sudah pernah sekali saja mendapatkan Muhammad itu berbohong? “Mereka pun menjawab, “Belum” pernah sekalipun”.

“Oleh karena itu aku sendiri membenarkna apa yang baru saja diceritakan Muhammad SAW”, meskipun otak saya belum sampai. Untuk itu Abu Bakar diberi julukan Abu Bakar Ashshiddieq, Abu Bakar yang membenarkan tentang peristiwa Isra’ Mi’raj yang disampaikan Rasul SAW. Dan orang-orang yang baru saja beriman kepada Allah dan Rasul-nya, hatinya reda kembali.

Kultum Singkat Memaknai Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW
sumber: pixabay.com

Di sisi lain, ketika Muth’im bin Adi mengecek kebenaran yang disampaikan Rasul bahwa dirinya semalam menginjakkan kakinya ke Masjidil Aqsa, Mut’im menanyakan keadaan fisik Masjid Al Aqsa, ternyata dijawab Rasul dengan tepat. Dan jawaban Rasul yang tepat ini ikut andil dalam merekatkan kembali keimanan di hati kaum Muslimin yang saat itu hampir lepas.

  • Isra’ Mi’raj Menginformasikan Teknologi Masa Depan

Di antaranya:

  1. Seseorang bila dioperasi yang kemudian dikembalikan kembali dengan selamat. Ini dicontohkan katika Rasul meu menjalani Isra’ Mi’raj, dan kini sudah bisa dibuktikan;
  2. Seseorang bisa menjelajah ruang angkasa dan adanya kendaraan super cepat yang bisa menjelajah daratan dan angkasa yang dicontohkan dengan seekor buraq. Kini sudah jadi kenyataan dengan adanya pesawat ulang alik dengan awak.
  3. Seseorang bisa memanfaatkan udara sebagai alat komunikasi seperti yang dicontohkan Allah dengan memperhatikan gambar fisik Majidil Aqsa di depan Rasul semacam layar monitor guna menjawab pertanyaan Muth’im bin Adi.

Demikianlah “Kultum Singkat Memaknai Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW” yang dapat serba-makalah sampaikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimkasih banyak dan mohon maaf.

Materi Kultum Singkat Memaknai Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini bersumber dari:

Drs. H. Sutrisno Usman AM, Bunga Rampai Bahan Kultum Asy Syifaa’, Purwokerto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *