Nasihat Jalaluddin Rumi agar Hidup Menjadi Lebih Bermakna

Diposting pada
Nasihat Jalaluddin Rumi

Nasihat Jalaluddin Rumi – Berikut ini akan serba makalah sajikan 5 nasihat Jalaluddin Rumi tentang kehidupan masyarakat modern sekarang ini agar hidup menjadi lebih bermakna.

Keadaan Jiwa dan Pikiran Ada Hanya Karena Allah (Mahabbah)

Pertama, menurut Iqbal, Rumi mengajarkan bahwa masyarakat tidak dapat didorong menjadi aktif tanpa apa yang disebut sukr dan junon, yaitu keadaan jiwa dan pikiran (state of mind) yang meliputi rasa mabuk kepayang dan anthusiasme ketuhanan. Sebagai keadaan jiwa dan pikiran yang menguasai diri seseorang, keduanya timbul dari dorongan cinta yang kuat sehingga seseorang menjadi berani menggapai sebuah cita-cita walau harus menempuh berbagai kesukaran serta menuntut pengurbanan diri.

nasihat jalaluddin rumi

Moral Tangguh dan Spiritual yang Tinggi

Kedua, pada zaman modern ini begitu banyak orang yang lupa bahwa jiwa dan ruhani sebenarnya lebih penting dari benda benda. Rumi mengajarkan bahwa pikiran tidak bermanfaat apabila tidak didasari spiritualisme. Suatu masyarakat tidak pula memiliki sendi-sendi kehidupan sosial dan politik yang kuat apabila tidak memiliki moral yang tangguh dan spiritualisme yang tinggi.

Mempelajari Nilai-nilai Keruhanian dan Mempelajari Hubungan Agama dan Politik (Politik Islam)

Ketiga, Rumi senantiasa mengingatkan bahwa masyarakat yang sedang mengalami krisis yang multi dimensi perlu mempelajari kembali nilai-nilai keruhanian dari agama, bukan hanya bentuk formal peribadatannya, aspek legalistik formal dan bentuk doa-doanya. Rumi juga mengingatkan agar manusia mau mempelajari betapa pentingnya hubungan agama dengan politik. Di sini sang sufi berbicara tentang politik Islam, bukan tentang Islam politik. Islam politik adalah upaya menjadikan Islam sebagai kendaraan politik untuk mencapai tujuan tertentu di bidang politik, seperti meraih kedudukan dukungan massa dan mencapai kekuasaan. Setelah kekuasaan diperoleh maka massa pendukungnya pun segera ditinggalkan. Politik Islam adalah sebaliknya, ialah bagaimana melakukan kegiatan politik dan menjalankan kekuasaan berdasarkan moral Islam yang mengutamakan keadilan. Dalam bukunya Javid Namah, Iqbal mengecam para cendekiawan Muslim yang sebagian besar acuh tak acuh terhadap pembinaan pribadi dan pendidikan umat. Sedangkan umat Islam dibiarkan miskin, bodoh dan terbelakang, serta jahil terhadap hakikat sebenarnya dari ajaran agama dan kebudayaan Islam.

Berhati-hati Terhadap Materialisme

Keempat, Rumi mengatakan bahwa apabila manusia telah berhenti menjadi makhluq keruhanian dan cenderung menjadi makhluq kebendaan, maka akan mudah dilanda nihilisme dan keputus-asaan yang hebat apabila krisis datang.

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Al-Hadist (Nilai-nilai yang Abadi)

Kelima, agar manusia selamat maka tujuan hidupnya harus ditegakkan di atas keabadian atau nilai-nilai yang abadi, bukan di atas kesementaraan atau nilai-nilai yang sementara. Nilai yang bersifat abadi yang diridhoi oleh Allah  yaitu yang terdapat dalam Agama Islam.

Demikianlah pembahasan mengebai nasihat Jalaluddin Rumi yang dapat serba makalah sajikan. Nasihat Jalaluddin Rumi lainnya bisa di baca di “sini“. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih banyak.

Sumber materi: Dirangkum dari Masnawi (Senandung Cinta Abadi Jalaluddin Rumi), diterjemahkan oleh: Abdul Hadi W.M. Yogyakarta: Rausyan Fikr Institute, 2013.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *