Tata Cara Pelaksanaan dan Doa Mandi Wajib

Diposting pada
Tata Cara Pelaksanaan  dan Doa Mandi Wajib

Doa mandi wajib – Dalam islam, kita mengenal dua macam hadast, yakni hadast kecil dan hadast besar. Hadast kecil ialah hadast yang tata cara mensucikannya kembali ialah cukup dengan melakukan wudhu. Sedangkan untuk hadast besar maka diwajibkan untuk melaksanakan mandi besar. Yang termasuk ke dalam hadast kecil yaitu kencing, kentut, bersentuhan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram. Sedangkan yang termasuk ke dalam hadats besar yaitu haid dan nifas. Dan perkara lain yang juga diwajibkan untuk melakukan mandi wajib ialah berhubungan intim atau jima’ dan mimpi basah hingga mengeluarkan mani.

Mandi wajib atau yang biasa juga disebut sebagai mandi besar untuk mensucikan diri setelah mengalami haid dan nifas atau pun setelah jima’ pada dasarnya pelaksanaannya itu sama. Mandi wajib ini sangat penting untuk dikerjakan bagi setiap muslim yang sekiranya mengalami hadats besar atau baru saja bersetubuh karena hal ini erat kaitannya dengan persoalan ibadah baik obadah fardhu atau pun ibadah sunnah. Adapun tata cara pelaksanaan mandi wajib sendiri yaitu ada dua rukun. Yang pertama adalah niat doa mandi wajib yakni memiliki kesengajaan untuk melaksanakan mandi wajib. Niat ini dilakukan dalam hati atau bisa dibarengi dengan lisan supaya lebih mantab dalam melaksanakannya. Adapun lafadz niat menjalankan mandi wajib ialah :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah ta’ala.

doa mandi wajib

Niat doa mandi wajib yang disebut di atas tadi adalah niat doa mandi wajib secara umum. Sesuai dalam ajaran madzab Imam Syafi’i bahwasanya niat mandi wajib ini dilaksanakan dengan cara dibarengi menyiramkan air ke tubuh yang pertama kali. Rukun yang kedua dari pada pelaksanaan mandi wajib ialah mengguyur seluruh tubuh. Rambut dan bulu – bulu yang lain juga termasuk ke dalam bagian dari anggota tubuh yang wajib untuk disiram ketika mandi wajib. Dalam artian lain, mandi wajib itu dilaksanakan dengan cara keramas. Selain mengikuti rukunnya, muslim yang hendak mandi wajib juga dianjurkan untuk melaksanakan hal – hal lain sebelum melaksanakan mandi wajib seperti membasuh tangan dan kaki terlebih dahulu, membersihkan segala najis yang menempel pada tubuh, berwudhu, dan selanjutnya memulai untuk melaksanakan mandi wajib seperti yang sudah dituntunkan di atas tadi.

Bagi siapa pun yang berhadats besar dan belum melaksanakan mandi wajib maka dilarang untuk melakukan beberapa amalan di antaranya yaitu dilarang melaksanakan sholat, baik sholat fardhu maupun sholat sunnah. Selain itu juga dilarang untuk melakukan thowaf (mengelilingi ka’bah), dilarang membaca dan menyentuh mushaf (al Qur’an), dilarang melakukan i’tikaf atau berdiam diri di masjid. Sedangkan untuk wanita yang haid dan nifas larangan – larangan tersebut di atas ditambahkan lagi dengan larangan yakni tidak boleh diceraikan, dilarang bersetubuh, tidak boleh puasa baik puasa sunnah maupun puasa wajib, dan terakhir tidak boleh melakukan kesenangan di antara pusar dan lutut.

Supaya mandi wajib kita diterima dan sah, maka sebaiknya kita perhatikan betul rukunnya mandi wajib dan benar – benar kita laksanakan dengan tartib atau urut. Serta jangan lupa juga untuk melakukan niat doa mandi wajib karena seperti yang kita ketahui bahwasanya segala amalan itu tergantung pada niatnya. Demikian ulasan singkat mengenai doa mandi wajib. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshawab. “Serba makalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *