Teori Kebangsaan

Diposting pada
Teori Kebangsaan

Dalam tumbuh kembangsnya suatu bangsa atau juga disebut ‘Nation‘, terdapat berbagai macam teori besar yang merupakan bahan komparasi bagi para pendiri negara Indonesia untuk mewujudkn suatu bangsa yang memiliki sifat dan karakter tersendiri. Teori-teori kebangsaan tersebut adalah sebagai berikut:

Teori Hans Kohn

Hans Kohn sebagai seorang ahli antropologi etnis mengemukakan teorinya tentang bangsa, yang dikatakannya bahwa bangsa yaitu terbentuk karena persamaan bahasa, ras, agama, peradababan, wilayah, negara dan kewarganegaraan. Suatu bangsa tumbuh dan berkembang dari anasir-anasir serta akar-akar yang terbentuk melalui suatu proses sejarah.

Nampaknya teori kebangsaan yang mendasarkan ras, bahasa serta unsur-unsur lain yang sifatnya primordial ini dewasa ini sudah tidak mendapat tempat di kalangan bangsa-bangsa dunia. Serbia yang berupaya untuk membangun bangsa berdasarkan kesamaan ras, bahasa, dan agama nampaknya mengalami tantangan dunia internasional. Demikian pula Israel yang ingin membangun Zionis Raya berdasarkan ras Yahudi mendapatkan tantangan dunia internasional, sehingga kemelut politik di Timur Tengah tidak kunjung reda karena sikap keras kepada Israel. Namun demikian bangsa Amerika yang di dalamnya terdiri atas multi ras bahkan hampir seluruh ras, warna kulit, agama, dan lainnya terdapat dalam bangsa Amerika, namun mereka berdiri secara kokoh bahkan menjadi negara raksasa dewasa ini.

Teori Kebangsaan Ernest Renan

Hakikat bangsa atau ‘Nation‘ ditinjau secara ilmiah oleh seorang ahli dari Academmie Francaise, Prancis pada tahun 1992. Ia mengadakan kajian ilmiah tentang bangsa berdasarkan psykologi etnis. Setelah mengadakan tinjauan historis tentang pertumbuhan masyarakat manusia zaman Purba, zaman pertengahan sampai abad XIX tentang bentuk-bentuk pergaulan hidup beserta tenggelamnya berbagai bangsa, akhirnya beliau sampai pada penegasan tentang prinsip-prinsip bangsa. Menurut Renan pokok-pokok pikiran tentang bangsa adalah sebagai berikut:

  1. Bahwa bangsa adalah suatu jiwa, suatu asas kerokhanian.
  2. Bahwa bangsa adalah suatu solidaritas yang besar.
  3. Bangsa adalah suatu hasil sejarah. Oleh karena sejarah berkembang terus maka kemudian menurut Renan bahwa:
  4. Bangsa adalah buka sesuatu yang abadi.
  5. Wilayah dan ras bukanlah suatu penyebab timbulnya bangsa. Wilayah memberikan ruang dimana bangsa, sedangkan manusia membentuk jiwanya. Dalam kaitan inilah maka Renan kemudian tiba pada kesimpulan bahwa bangsa adalah suatu jiwa, suatu asas kerokhanian.
Teori Gepolitik oleh Frederich Ratzel

Suatu teori kebangsaan yang baru mengungkapkan hubungan antara wilayah geografis dengan bangsa yang dikembangkan oleh Frederich Ratzel dalam bukunya yang berjudul ‘Political Geography‘ (1987). Teori tersebut menyatakan bahwa negara adalah merupakan suatu organisme yang hidup. Agar supaya suatu bangsa itu hidup subur dan kuat maka memerlukan suatu ruangan untuk hidup, dalam bahasa Jerman disebut ‘Lebensraum‘. Negara negara besar menurut Ratzel memiliki semangat ekspansi, militerisme serta optimisme, teori Ratzel ini bagi negara-negara modern terutama di Jerman mendapat sambutan yang cukup hangat, namun sisi negatifnya menimbulkan semangat kebangsaan yang chauvinistik.

Teori Kebangsaan Pancasila

Bangsa Indonesia terbentuk melalui proses sejarah yang cukup panjang, sejak zaman kerejaan-kerajaan Sriwijaya, Majapahit serta dijajah oleh bangsa asing selama tiga setengah abad. Unsur masyarakat yang membentuk bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa, berbagai macam adat-istiadat kebudayaan dan agama, serta berdiam dalam suatu wilayah yang terdiri atas beribu-ribu pulau. Oleh karena itu keadaan yang beraneka ragam tersebut bukanlah merupakan suatu perbedaan untuk dipertentangkan, melainkan perbedaan itu justru merupakan suatu daya penarik kearah suatu kerjasama dan kesatuan dalam suatu kerjasama yang luhur.

Sintesa persatuan dan kesatuan tersebut kemudian dituangkan dalam suatu asas kerokhanian yang merupakan suatu kepribadian serta jiwa bersama yaitu Pancasila. Oleh karena itu prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah bersifat ‘majemuk tunggal‘. Adapun unsur-unsur yang membentuk nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Kesatuan Sejarah.
  2. Kesatuan Nasib.
  3. Kesatuan Kebudayaan.
  4. Kesatuan Wilayah.
  5. Kesatuan Asas Kerokhanian.

Setelah mengetahui teori kebangsaan di atas, lalu teori apakah yang diberlakukan di Indonesia?. Menurut serba-makalah, teori yang diberlakukan di Indonesia adalah teori Negara Kebangsaan Pancasila. Karena bangsa Indonesia mempunyai berbagai macam kesatuan yang membentuknya baik itu dari segi sejarah, nasib, kebudayaan, wilayah, dan juga asas kerokhanian.

Demikaianlah penjelasan tentang Teori Kebangsaan yang dapat serba-makalah sajikan. Semoga bermanfaat, terimakasih banyak.

Nb:

Kaelan, Pendidikan Pancasila, (Yogyakarta: Paradigma, 2010), hlm. 127-129

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *