TEORI KEDAULATAN

Diposting pada
TEORI KEDAULATAN

Istilah kedaulatan merupakan padanan istilah sovereignty (Inggris), souvereniteit (Belanda), souranus (Italia). Semua istilah tersebut berasal dari kata latin, superanus, yang mempunyai arti “tertinggi”. Berikut akan dijelaskan pengertian kedaulatan menurut para ahli.

  • Menurut Laski, kedaulatan merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh negara yang ingin independen atau merdeka dalam menjalankan kehendak rakyat yang dipimpinnya, sehingga kedaulatan merupakan hal yang memengaruhi seluruh kehidupan bernegara.
  • Bodin (Bapak Teori Kedaulatan), merumuskan kedaulatan “Suatu keharusan tertinggi dalam suatu negara, di mana kedaulatan dimiliki oleh negara dan merupakan ciri utama yang membedakan organisasi negara dari organisasi yang lain di dalam negara. Karena kedaulatan adalah wewenang tertinggi yang tidak dibatasi oleh hukum dari pada penguasa atas warga negara dia dan orang-orang lain dalam wilayahnya.

Pada perkembangan berikutnya, prinsip-prinsip kedaualatan tersebut dirumuskan secara berbeda-beda yang disesuaikan dengan konsep negara dan pemerintahan yang berlaku. Ada lima bentuk kedaulatan yang dapat diketahui sebagai berikut:

  1. Kedaulatan Tuhan
  2. Kedaulatan Raja
  3. Kedaulatan Rakyat
  4. Kedaulatan Negara
  5. Kedaulatan Hukum
Kedaulatan Tuhan

Teori kedaulatan tuhan menyatakan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada Tuhan. Teori ini menjadi titik berat untuk paham kedaulatan ini yang didasarkan pada agama.  Teori-teori teokrasi tidak dapat ditemui di dunia barat, tetapi juga di timur. Dikatalan dalam teori ini bahwa kekuasaan tertinggi ada pada Tuhan, negara merupakan ciptaan tuhan, dan raja adalah wakil di dunia. Apabila pemerintah suatu negara berbentuk kerajaan (monarki), maka dinasti yang memerintah di negara tersebut dianggap sebagai turunan dan mendapat kekuasaannya dari Tuhan. Sebagai contoh, Tenno Heika di Jepang dianggap berkuasa karena merupakan turunan dari Dewa Matahari.

Kedaulatan Raja

Teori kedaulatan raja menyatakan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada raja dan kekuasaan mutlak pada raja/suatu penguasa, sehingga yang muncul menjadi negara adalah raja.

Kedaulatan Rakyat

Teori kedaulatan rakyat muncul sebagai reaksi atas kedaulatan raja. Tokoh yang menjadi bapak dari ajaran ini adalah J.J. Rousseau dan pada akhirnya teori ini menjadi inspirasi Revolusi Prancis. Lebih lanjut, teori ini juga menjadi inspirasi banyak negara, termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. Dapat dikatakan bahwa tren dan simbol pada abad XX adalah kedaulatan rakyat. Menurut teori ini, rakyatlah yang berdaulat dan mewakili atau menyerahkan kekuasaan kepada negara. Kemudian, negara memecah menjadi beberapa kekuasaan yang diberikan kepada pemerintah ataupun lembaga perwakilan.

Kedaulatan Negara

Teori kedaulatan negara juga lahir sebagai reaksi atas kedaulatan rakyat, namun melangsungkan teori kedaulatan raja dalam suasana kedaulatan rakyat. Menurut paham ini, negaralah sumber dalam negara. Berdasarkan asumsi tersebut negara dianggap mempunyai hak yang tidak terbatas terhadap life, liberty,dan properti dari warga negaranya. Warga negara berserta hak miliknya tersebut dapat dikerahkan untuk kepenetingan kebesaran negara. Mereka taat kepada hukum, bukan karena suatu perjanjian, melainkan karena kehendak negara.

Dengan demikian, secara praktis, rakyat tidak mempunyai kewenangan apa apa dan tidak memiliki kedaulatan. Wewenang tertinggi berada pada negara. Sebenarnya negara adalah alat, bukan yang memiliki kedaulatan. Jadi ajaran kedaulatan negara ini adalah perwujudan baru dari kedaulatan raja. Karena pelaksanaan kedaulatan adalah negara dan negara adalah abstrak, maka kedaulatan ada pada raja.

Teori Kedaulatan Hukum

Teori kedaulatan hukum muncul sebagai penyangga terhadap teori kedaulatan negara. Teori ini dikemukakan oleh Krabbe. Teori kedaulatan tuhan menunjukkan bahwa kekuasaan yang tertinggi tidak terletak pada raja (teori kedaulatan raja) atau juga tidak pada negara (teori kedaulatan negara). Kekuasaan tertinggi berada pada hukum yang bersumber pada kesadaran hukum pada setiap orang. Menurut teori ini, hukum adalah pernyataan penilaian yang tertib dari kesadaran hukum manusia dan merupakan sumber kedaulatan. Kesadaran hukum inilah yang membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil.

Demikianlah uraian tentang TEORI KEDAULATAN yang dapat serba-makalah sajikan. Semoga bermanfaat, terimakasih banyak.

nb:

Jazim Hamidi, Mohamad Sinal, dkk, Teori Hukum Tata Negara A Turning Point of The State, (Jakarta: Salemba Humanika, 2012), hlm. 3-6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *